Tak Ada Lawan, Suami-Istri Bersaing jadi Kepala Desa

Dalam pemilihan kali ini calon incumbent tidak mendapatkan lawan yang sepadan.

JEPARA – Suasana persaingan hampir terjadi di semua desa di Kabupaten Jepara yang menyelenggarakan pemilihan petinggi (kepala desa). Hal itu tidak terjadi di Desa Ketilengsingolelo Kecamatan Welahan.

Pasutri Bersaing dalam Pemilihan Petinggi di Jepara. Foto: metrojateng.com

Sebab, di desa ini ada dua calon yang tengah bersaing, yakni pasangan suami istri Agus Supriyanto dan Dwi Wiharsanti. Keduanya saling berebut mendapatkan suara dalam kursi petinggi.

Agus yang periode sebelumnya mampu menyingkirkan 5 calon lainnya. Dan, disinyalir dalam pemilihan kali ini dia tidak mendapatkan lawan yang sepadan. Sehingga istrinya harus maju untuk memenuhi regulasi yang ada.

Ketua Pemilihan Petinggi Ketileng Singolelo, Maskuri menuturkan bahwa sejak dibuka pendaftaran bakal calon petinggi 27 Agustus – 4 September 2018, hanya ada nama Agus yang mendaftarkan diri. Hingga menjelang penutupan akhirnya Dwi Wiharsanti didaftarkan sebagai lawannya sendiri.

“Memang sampai pendaftaran jelang akhir tidak ada lawannya, sehingga istrinya yang mendaftar sebagai calon juga. Karena regulasinya tiap desa harus ada minimal dua calon,” ujarnya, Kamis (22/11/2018)

Pemilihan petinggi kali ini merupakan periode kedua bagi Agus. Kata Maskuri, sebelumnya Agus mampu mengalahkan 5 calon lain.

“Di pemilihan sebelumnya ada 6 calon, dan Pak Agus yang menang,” paparnya.

Di Desa Ketileng Singolelo tercatat ada sekitar 2.655 pemilih. Untuk meningkatkan antusiasme, calon pasutri tersebut juga bagi doorprize kepada warga yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Doorprize di antaranya ada sepeda gunung, kulkas, kipas angin dan lainnya.

“Kalau doorprize itu murni dari calon, bukan panitia. Tidak ada unsur money politic, hanya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pemilihan. Dan doorprise akan diumumkan selesai pemilihan,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala bagian (Kabag) Pemerintah Desa Setda Jepara, Eriza Rudi Yulianto mengatakan, pihaknya menggelontorkan anggaran Rp 2,360 untuk pemilihan petinggi di 24 desa tersebut.

“Untuk masing-masing desa besarannya berbeda-beda, tergantung jumlah penduduk. Diharapkan pemilihan petinggi serentak kali ini berlangsung aman dan damai,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.