Tahun Depan Kaligawe Bebas Banjir?

Pemkot masih melanjutkan program pembangunan sistem drainase pengendalian rob dan banjir di wilayah timur Kota Semarang. 

SEMARANG – Wali Kota Hendrar Prihadi, menegaskan Pemerintah Kota Semarang serius untuk menangani permasalahan rob dan banjir. Menurutnya, ada empat sistem drainase di kota ini yang sudah selesai dibenahi yaitu sistem drainase Semarang Barat dan Semarang Tengah.

Wali Kota Hendi di acara seminar yang digelar IKA Undip di Balai Kota Semarang. Foto: metrojateng.com/istimewa

“Selain sistem tersebut, juga dilakukan program normalisasi Banjir Kanal Barat, pembuatan Polder Semarang Utara, Pembuatan Waduk Jatibarang yang selesai di tahun 2013,” katanya, pada acara seminar Penanganan Rob dan Banjir di Kota Semarang yang diselenggarakan oleh DPC IKA Undip Kota Semarang di Balai Kota, Minggu (2/9/2018).

Ditambahkan, saat ini Pemkot Semarang juga melanjutkan program pembangunan sistem drainase pengendalian rob dan banjir di wilayah Timur Kota Semarang.

“Alhamdulillah sekarang warga Bulu, warga di Tanah Mas, warga di sekitar Lemah Gempal sudah tidak kena banjir dan rob. Kita lanjutkan di wilayah Timur, karena ini mendesak juga. Kalau rekan-rekan melewati Kaligawe, waduh banjir, waduh rob padahal ini jalur utama, ini sangat mendesak, di situ ada lima sungai, Kali Banger, Banjir Kanal Timur, kemudian ketiga Kali Tenggang, keempat Kali Sringin dan kelima Kali Babon,” bebernya.

Jika program drainase di wilayah Timur ini tuntas, Wali Kota yang akrab disapa Hendi menyatakan, maka persoalan rob dan banjir di sepanjang Kaligawe yang merupakan jalur utama Pantura 2019 bisa terlewati dengan lancar, karena kondisinya sudah bebas banjir dan rob.

“Kelima-limanya hari ini sedang dikerjakan, Insya Allah tuntas di 2019, panjenengan lewat sepanjang Kaligawe bisa lancar, nggak ada rob, nggak ada banjir. Orang yang rumahnya di Perumahan Genuk Indah rob, mulai tahun depan tidak,” tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.