Tahun Ajaran Baru, Gadai Emas di Banyumas Meningkat 5 Persen

BANYUMAS – Tren gadai emas di Pegadaian Purwokerto, alami kenaikan hingga lima persen. Pasalnya, hal itu karena banyaknya kebutuhan biaya sekolah menjelang tahun ajaran baru.

Ilustrasi

Kepala Cabang Pegadaian Purwokerto Dul Sutrisno mengatakan, peningkatan tersebut terlihat sejak minggu lalu. Namun puncaknya pada Senin lalu.

Untuk hari-hari biasa, lanjutnya, gadai emas mencapai Rp 500 juta. Angka tersebut naik jika mendekati momen tertentu, dimana masyarakat membutuhkan dana lebih untuk memenuhi kebutuhan.

“Ini karena semakin dekatnya dengan waktu masuk sekolah. Sehingga kebutuhan harus segera dipenuhi. Siklusnya memang seperti itu. Namun berbeda dengan momen lebaran. Meskipun kebutuhan naik, namun masyarakat malah ramai-ramai menebus emas. Dan angka gadai emas turun meskipun tidak signifikan,” ujarnya.

Dia menambahkan, banyak masyarakat yang memilih untuk menggadai barang, terutama emas di Pegadaian. Karena pinjaman di Pegadaian cenderung lebih mudah. Hanya dengan membawa barang, perhiasan maupun kendaraan langsung cair.

Apalagi sekarang semakin dimudahkan dengan pembayaran angsuran, ataupun pelunasan bisa melalui ATM berbagai perbankan. Dengan ini, tentunya mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.

Apalagi saat ini ada produk baru yakni KCA Prima. Dengan ini, nasabah tidak perlu membayar sewa modal. Hanya membayar administrasi maksimal Rp 5 ribu untuk pinjaman maksimal Rp 500 ribu.

“Tidak membutuhkan waktu lama, cukup 15 menit pinjaman sudah cair,” jelasnya.

Dul menuturkan, pegadaian menjamin keamanan barang. Salah satunya dengan asuransi. Jika terjadi resiko kematian, maka nasabah bebas sewa modal dan diberikan uang santunan maksimal Rp 2,5 juta. (MJ-27)

Anda mungkin juga berminat
Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

6 + 1 =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.