Syukuri Panen, Warga Desa Kendengsidialit Kirab Seribu Ingkung

Tradisi tahunan tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dari hasil panen yang berlimpah.

Warga Desa Kendengsidialit melakukan kirab budaya dengan membawa seribu ingkung. Foto : metrojateng.com/MJ-23.
JEPARA – Kirab seribu Ingkung Desa Kendengsidialit Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara diikuti ribuan warga. Mereka berjalan kaki berjarak dua kilometer dari rumah kepala desa menuju area persawahan.

 

Tradisi tahunan tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dari hasil panen yang berlimpah. Selama ini, warga Kendengsidialit dapat panen padi tiga kali dalam satu tahun.

 

Ingkung sendiri adalah olahan ayam yang dimasak secara utuh. Disajikan dengan nasi dan sayur di atas tampah atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu.

 

Kepala Desa Kendengsidialit, Kahono Wibowo mengungkapkan, wilayahnya itu memiliki lahan sawah yang luas. Ada sekitar 107 hektar lahan milik warga ditambah lahan khusus milik desa yang seluas 25 hektar. Namun dahulu kala, desa ini selalu saja mengalami panen yang tidak maksimal.

 

“Acara ini merupakan bentuk kesepakatan warga, dalam mempererat kerukunan. Serta yang paling penting mewujudkan rasa syukur kami kepada Tuhan. Dengan adanya kirab ingkung, kami harap warga dan penggarap sawah selalu ingat kepada Tuhan,” ujarnya, (1/12/2019).

 

Dikatakannya, sesuai kesepakatan, setiap warga yang memiliki satu hektar lahan sawah, membawa enam ingkung. Namun, pemerintah desa juga tidak menghalangi, mereka yang tak memiliki sawah atau lahan yang hanya sedikit, untuk turut melambangkan rasa syukur mereka.

 

“Jumlah sawah di sini 107 hektar ditambah 25 hektar sawah pusaka. Setiap satu hektar membawa enam ingkung. Namun kalau mereka penggarap sawah atau yang berpofesi sebagai perajin misalnya, mau ikut ya silakan. Jadi jumlah ingkungnya ini ya sekitar seribuan,” tambah Kahono.

 

Disebutnya, kirab ingkung tersebut satu dari rangkaian Gelar Budaya Desa Kendengsidialit.

 

“Gelar Budaya ini berlangsung dua Minggu. Acara besar diantaranya, Kirab seribu Ingkung, panggung rakyat, Kirab gunungan, dan pentas wayang kulit lima dalang lima panggung dalam satu cerita,” pungkasnya.(MJ-23)
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.