Supriyadi: Mestinya Pemkot Blacklist Pelaksana Pembangunan Pasar Wonodri

Justru Malah Diperpanjang Selama 25 Hari

Pembangunan Pasar Wonodri yang hingga akhir tahun 2018 hanya selesai 85 persen.

Supriyadi
Foto: dok metrosemarang.com

 

SEMARANG – Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menyoroti pembangunan Pasar Wonodri yang hingga akhir tahun 2018 hanya selesai 85 persen. Pasalnya, Pemkot Semarang kemudian memberikan tambahan waktu pada kontraktor pelaksana selama 25 hari di 2019 ini untuk menyelesaikannya.

Penambahan waktu itu, diyakini akan menjadi persoalan baru bagi Pemkot Semarang terkait dengan pembayaran sisa pekerjaan sebesar 15 persen. Supriyadi menegaskan, Pemkot Semarang nantinya tidak bisa membayar sisa pekerjaan dengan anggaran di APBD Perubahan 2019.

“Jika Wali Kota Semarang sempat mengatakan bahwa sisa pekerjaan tersebut akan dibayarkan dengan anggaran APBD Perubahan 2019, tentu itu tidak bisa. DPRD tentu tidak bisa (menyetujui pekerjaan) mendahului anggaran. Kecuali untuk penanganan bencana atau kejadian khusus,’’ kata Supriyadi, Minggu (6/1/2019).

Dia menegaskan, lebih baik Pemkot memutus kontrak pelaksana pekerjaan dan memblacklistnya, sebagaimana yang pernah disarankan Dewan kepada Pemkot. Daripada malah justru memperpanjang waktu untuk menyelesaikan pekerjaan 100 persen dan nantinya menimbulkan persoalan baru.

“Kami sayangkan pihak eksekutif tidak melibatkan kami dalam pembahasan masalah tersebut. Sebenarnya saran kami putus kontrak dan blacklist,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pemberian tambahan waktu 25 hari bagi kontraktor adalah untuk menyelesaikan pekerjaan Pasar Wonodri, dengan sistem denda. Dia mengakui pembangunan Pasar Wonodri hingga akhir tahun 2018 lalu memang baru mencapai 85 persen.

Menurutnya, tambahan waktu 25 hari untuk menyelesaikan sisa pekerjaan 15 persen dengan model denda itu, sudah ada kesepakatan berdasarkan hasil koordinasi bersama Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Bahwa kontraktor boleh mengerjakan Pasar Wonodri sampai selesai 100 persen dengan denda selama 25 hari.

Setelah pembangunan Pasar Wonodri selesai, kata wali kota yang akrab disapa Hendi, nantinya kemudian akan dimintakan anggaran untuk membayarnya pada APBD Perubahan 2019.

“Kalau pekerjaan sudah selesai, anggaran kan enggak ada. Lha baru nanti ngomong Dewan. Ada anggaran di APBD Perubahan yang harus dibayar sesuai kesepakatan dengan TP4D,’’ tandasnya. (duh)

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.