Sudirman Said: ASN Harus Kembali ke Trek

Wilayah Jateng sangat rentan terhadap penyimpangan-penyimpangan. Sebanyak 21 kepala terbukti tersandung kasus korupsi, dan 15 di antaranya dari satu partai politik.

TEGAL – Mendekati kontestasi Pemilu 2019 elektabilitas Paslon Nomor Urut 02 diklaim terus membaik di Jawa Tengah. Demikian diungkapkan Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said saat silaturahmi bersama relawan di Kabupaten Tegal, Minggu (10/3/2019) siang.

Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said saat silaturahmi bersama relawan di Kabupaten Tegal. Foto : metrojateng.com/ adithya

“Jawa Tengah progresnya sangat baik. Di beberapa kabupaten kota update kenaikan elektabilitas cukup signifikan,” beber Sudirman.

Mantan Menteri ESDM tersebut menyatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan survei internal, akan tetapi hasil survei tersebut tidak dipublikasikan kepada masyarakat. Bahkan, pihaknya juga terus memonitor perkembangan di Jawa Tengah dan menilai respons masyarakat sangat antusias untuk menyongsong pemimpin baru.

Ihwal banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah, Sudirman menyatakan, wilayah Jateng sangat rentan terhadap penyimpangan-penyimpangan. Sebanyak 21 kepala terbukti tersandung kasus korupsi, dan 15 di antaranya dari satu partai politik.

“Beberapa waktu lalu, 31 kepala daerah diputuskan Bawaslu melanggar undang-undang Pemda Karena tidak netral,” tandasnya.

Kemudian, kata Sudirman, Bawaslu RI menyebut bahwa Jateng merupakan daerah yang paling banyak melakukan pelanggaran netralitas ASN. Jika secara tradisional, Jateng memang daerah yang ASN-nya rentan dimobilisasi oleh penguasa.

“Ini adalah warning atau peringatan bagi penyelenggara negara dan pemilu. Bahwa ASN adalah bukan panitia pengukuhan petahana. Namun, ASN adalah penyelenggara proses demokrasi pemilu yang bertujuan me-review jalannya pemerintahan dan berkontestasi tentang perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Ditambahkan Sudirman, jika sikap ASN cenderung seperti penyelenggara atau panitia untuk mengukuhkan kembali petahana, maka rakyat akan mencatat. Untuk itu, pihaknya meminta agar ASN dapat kembali pada trek, kembali pada netralitas dan kembali pada tugas melayani masyarakat.

“Seperti Prabowo bilang, ASN adalah aparat negara yang ada karena rakyat memberi mandat, digaji oleh rakyat, diberi pangkat oleh rakyat, untuk itu bekerjalah untuk rakyat. Bukan bekerja untuk kontestan tertentu,” katanya.

Saat disinggung mengenai target perolehan suara di Jateng, Sudirman mengemukakan, jika secara konservatif yang hati-hati pihaknya menargetkan perolehan suara yang lebih baik daripada Pilgub (41 persen).

“Tetapi Insha Allah kita akan mendapatkan perolehan suara di atas 50 persen,” tutupnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.