Status Masih Waspada, Warga Lereng Merapi Diminta Tenang

Namun demikian, BPBD tetap melakukan persiapan terutama untuk menampung para pengungsi.

MAGELANG – BPBD Provinsi Jawa tengah mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi untuk tetap tenang terkait dengan status gunung tersebut. Mereka diharapkan terus mengikuti instruksi yang disampaikan oleh BPBD setempat.

Dialog interaktif “Masyarakat Merapi Tangguh Bencana” di aula BPBD Kabupaten Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Warga khususnya yang tinggal di KRB III Gunung Merapi tidak perlu panik. Mereka harus tetap tenang dan patuh pada instruksi BPBD,” kata Kepala Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi Jateng, Gembong Purwanto Nugroho, usai dialog interaktif bersama dengan BPPTKG Yogyakarta di aula BPBD Kabupaten Magelang, Jumat (24/8/2018).

Gembong minta agar masyarakat selalu mengikuti perkembangan informasi yang disampaikan BPBD maupun BPPTKG terkait aktivitas Gunung Merapi. Saat ini, sesuai yang disampaikan oleh BPPTKG, status Merapi masih ‘Waspada” dan belum ada peningkatan secara signifikan pada aktivitas Gunung Merapi.

“Warga juga belum perlu mengungsi di tempat lain. Beraktivitaslah seperti biasa,” imbaunya.

Namun demikian, BPBD tetap melakukan persiapan terutama untuk menampung para pengungsi. Di Jawa tengah sendiri, terdapat 44 desa di KRB III, dengan jumlah jiwa sebanyak 1.013.000 orang. Jumlah itu bisa lebih banyak bila ditambah dengan warga yang tinggal di KRB II.

BPBD saat ini selalu memberikan sosialisasi kepada warga terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi, berdasar data dari BPPTKG. “Setiap kali ada informasi dari BPPTKG, kita langsung sosialisasikan kepada warga setempat melalui stakeholder terkait, seperti kecamatan, kepala desa, relawan dan sebagainya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, dalam keterangannya mengatakan, pertumbuhan kubah lava masih dinamis dan tetap terus dipantau. Hanik menegaskan, BPPTKG tetap tidak bisa memprediksikan kapan Gunung Merapi akan erupsi.

“Kita hanya memantau dan melihat hari ke hari kecepatannya seperti apa karena ada faktor gas dari bawah. Tapi kita tidak bisa prediksi loh ya, kita bukan dukun. Saat ini masih kecil dan masyarakat tidak usah panik,” tegasnya.

Namun demikian, masyarakat juga harus tetap waspada, saling mencari informasi yang benar. “Kita akan terus lakukan pemantauan perkembangan dan hasilnya terus kita informasikan,” kata Hanik. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.