SPAM Semarang Barat Segera Terlaksana

SPAM Semarang Barat merupakan proyek penyediaan air bersih pertama di Indonesia yang menggunakan sistem kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

SEMARANG- Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat segera dilaksanakan. Hal itu setelah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antar PDAM
Tirta Moedal Kota Semarang dengan PT Air Semarang Barat dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero).

Penandatanganan kerjasama antar PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dengan PT Air Semarang Barat dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero) untuk pelaksanaan mega
proyek SPAM Semarang Barat, Jumat (23/11/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Penandatanganan dilakukan di kantor PDAM Tirta Moedal Jalan Kelud Raya, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Jumat (23/11/2018). Pembangunan SPAM ini dilakukan oleh tiga
pihak yakni PDAM Tirta Moedal, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT Air Semarang Barat (ABS).

PT ABS dibentuk oleh Konsorsium PT Aetra Jakarta-PT Medco Gas Indonesia sebagai pemenang lelang proyek KPBU SPAM Semarang Barat. Setelah proyek tersebut selesai dibangun akan dikelola PT ABS.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, SPAM Semarang Barat merupakan proyek penyediaan air bersih pertama di Indonesia yang menggunakan sistem Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Oleh karena itu, saya menantang pihak pelaksana pemenang lelang hasilnya bisa menjadi air siap minum. Jadi tidak hanya di luar negeri saja, di Semarang pun juga bisa,” katanya.

Pembangunan proyek ini akan dimulai tahun depan dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun, kelebihan lain dari SPAM Semarang Barat, yakni tidak semata-mata menyediakan air bersih bagi warga Kota Semarang. Hendi menekankan proyek ini juga memperhatikan aspek lingkungan, yakni menekan penggunaan air tanah bahkan hal ini juga diatur dalam
perda.

“Jadi ini menjadi proyek percontohan, sebagai sistem penyedia air yang menggunakan sistem KPBU. Persiapannya, 10 bulan dan sudah ada pemenangnya. Tahun depan mulai bulan April, pembangunan dimulai dan ditarget rampung 2020,” tutur wali kota.

Dia menambahkan, keberadaan SPAM Semarang Barat, juga dalam rangka mewujudkan universal akses. Di mana 100 persen kebutuhan air di Kota Semarang terpenuhi. Dari SPAM Semarang Barat ini, akan menghasilkan 1.000 liter/detik, untuk mengairi 60.000- 70.000 sambungan.

“Masih ada pekerjaan rumah untuk PDAM yaitu pembangunan SPAM Jatisari dan SPAM Pudak Payung. Kedua SPAM tersebut juga dinanti oleh warga Kota Semarang,” tegasnya

Pjs PDAM Tirta Moedal, M Farchan menjelaskan, SPAM Semarang Barat diharapkan mengurangi pengunaan air bawa tanah (ABT) khususnya di wilayah Semarang Barat bagian utara. Sebab, selama ini kawasan industri, bandara hingga hotel masih mengandalkan penggunaan air bawah tanah.

Akibat penggunaan air bawah tanah tersebut, berdasarkan kajian Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, penurunan tanah di Semarang bagian utara mencapai lima sentimeter pertahun.

“Setelah SPAM Semarang Barat ini rampung, kami berharap industri, hotel maupun bandara tidak lagi menggunakan ABT tetapi beralih ke air PAM,” ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot Semarang tentang aturan pembatasan penggunaan air bawah tanah. Soalnya, jika pengambilan ABT ini tidak dibatasi dikhawatirkan penurunan tanah semakin tajam yang dampak lanjutannya adalah banjir dan rob.

“Tujuan Pembangunan SPAM Semarang Barat ini antara lain juga untuk mengatasi persoalan tersebut,” jelasnya.

Ia melanjutkan, meski nantinya SPAM Semarang Barat dikelola PT ABS, namun tetap terus berkoordinasi dengan PDAM, termasuk soal tarif kepada pelanggan. Nantinya, PT ABS akan mengelola selama 25 tahun, baru kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah.

“Tahapan demi tahapan proses proyek KPBU SPAM Semarang Barat hingga saat ini berjalan sesuai jadwal. Kami optimistis target masa bangun tahun 2019-2021,” ungkap Farchan.

Proyek ini, kata dia, juga menjadi pioner dalam investasi dengan skema KPBU. Banyak sekali dari pemerintah daerah lain, BUMD, dan badan usaha yang melakukan studi banding di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang untuk mempelajari skema KPBU. (duh)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.