SPAM Semarang Barat Diperebutkan 20 Perusahaan Asing

Kebutuhan air masyarakat Kota Semarang dari 450 liter per detik jadi 1.000 liter per detik.

SEMARANG- Sebanyak 40 perusahaan mengikuti lelang proyek SPAM (sistem penyediaan air minum) Semarang Barat. Di antaranya 20 perusahaan asing.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono pada peresmian proyek KPBU SPAM Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (12/12/2018).

Hal itu disampaikan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam peresmian proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) SPAM Semarang Barat, Rabu (12/12/2018).

Menurut dia, air bersih adalah proyek yang menarik, karena terbukti pemain dunia banyak yang ingin masuk ke Indonesia.

“Jika bisa mengembangkan desain proyek secara kredibel, ia yakin bisa menarik investor berkualitas terbaik tingkat dunia,” kata dia.

Menurut dia, tiga pelelang terbaik, menawarkan harga semula dari Rp 670 miliar yang akhirnya jadi terendah Rp 417,3 miliar dengan 0 VGF plus diskon 36 persen.

“Jika biaya produksi rendah, air yang dihasilkan bisa dijual dengan harga rendah agar masyarakat bisa menjangkau. Ini merupakan sebuah win-win solution,” tambahnya.

Sri mengatakan, proyek ini telah melalui proses panjang dan banyak pihak yang terlibat dalam minimum service delivery kepada masyarakat Kota Semarang khususnya terkait penyediaan air bersih ini.

Skema anggaran itu, kata dia, berupa instalasi infrastruktur dibangun oleh Kementrian PUPR dengan anggaran Rp 100 miliar. Kemudian porsi swasta sebesar Rp 417 miliar yang dilakukan oleh PT SMI untuk persiapan proyek, PT PII untuk pengamanan dan dana dukungan tunai atau Viability Gap Fund oleh Kementrian Keuangan.

“Harapanya setelah financial closing yang kemudian disusul konstruksi air bisa mengucur dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat. Saya akan terus memonitor,” katanya.

SPAM Semarang ini dianggap pemerintah pusat, karena kebutuhan air masyarakat Kota Semarang yang semula 450 liter per detik telah meningkat menjadi 1.000 liter per detik.

Dalam peresmian proyek hadir juga Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Dia mengatakan, kerja sama ini merupakan sinergi antara pemerintah pusat dan badan usaha dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Semarang.

“Ke depan proyek seperti ini akan kami terapkan di Lampung, Riau, dan wilayah lain,” ujarnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.