SNI Plastik yang Aman Lingkungan Dikembangkan

Perhatian masyarakat yang semakin tinggi terhadap lingkungan menjadikan tantangan tersendiri dalam merumuskan SNI plastik dan produknya yang lebih ramah lingkungan.

SEMARANG – Pengembangan dan pemeliharaan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait plastik serta kemasan pangan masih dan akan terus dilakukan. Badan Standardisasi Nasional (BSN) berupaya agar pengembangan tersebut tidak meninggalkan permasalahan tersendiri bagi kehidupan ekosistem dan aman bagi lingkungan.

Deputi Bidang Pengembangan Standar, BSN, Nasrudin Irawan memberikan cenderamata pada narasumber Workshop Industri Plastik antara Kebutuhan dan Tantangan di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (11/10/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Kasubdit Industri Plastik dan Karet Hilir, Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya mengatakan, kebutuhan plastik dunia maupun nasional terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebab, manfaat plastik telah menyentuh semua aspek kehidupan manusia mulai dari peralatan rumah tangga, mainan anak, kemasan pangan/minuman, komponen elektronik, komponen otomotif, hingga komponen pesawat terbang.

“Namun, sifat plastik yang sulit terurai di lingkungan meninggalkan permasalahan jika tidak ada kesesuaian dalam hal pengelolaan dan daur ulang plastik bekas pakai,” ungkapnya pada Workshop Industri Plastik antara Kebutuhan dan Tantangan di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (11/10/2019).

Implementasi Industri 4.0 memungkinkan perusahaan untuk memperpanjang siklus pakai suatu aset dan sumber daya, meningkatkan utilisasi, menciptakan pemulihan material dan energi untuk penggunaan lebih lanjut, serta menurunkan emisi dan penggunaan sumber daya dalam proses.

“Kami pun melalui kegiatan Penyusunan Good Manufacturing Practices (GMP), terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan bahan daur ulang bagi industri kemasan, penyusunan kebijakan (peraturan, kajian, pedoman, standar produk, standar industri hijau, insentif bagi industri daur ulang, dsb). Selain itu, juga terlibat dalam pelaksanaan program/kegiatan percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum hingga Rencana Aksi Nasional (RAN) pengelolaan sampah plastik di laut,” katanya.

Deputi Bidang Pengembangan Standar, BSN, Nasrudin Irawan mengatakan, pihaknya juga berperan aktif dalam mengembangkan SNI terkait Plastik di antaranya SNI 19-4377-1996, Plastik polietilena untuk mengemas; SNI 7323:2008, Plastik – Wadah makanan dan minuman – Polystyrene foam; SNI 7322:2008, Produk melamin – Perlengkapan makan dan minum; SNI 8424:2017, Resin polietilena tereftalat (PET) daur ulang.

“Perumusan SNI lingkup plastik dan kemasan pangan berbahan plastik dilakukan oleh Komite Teknis 83-02 Plastik dan Barang Plastik dengan sekretariat Komite Teknis di Pusat Standardisasi Industri, Kementerian Perindustrian. Perhatian masyarakat yang semakin tinggi terhadap lingkungan menjadikan tantangan tersendiri dalam merumuskan SNI plastik dan produknya yang lebih ramah lingkungan, serta memenuhi konsep 5 R dan Circular Economy,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.