SMPN 2 Singorojo Juara Nasional Kreasi dari Bahan Sampah Plastik

Kegiatan membuat kreasi dari bahan sampah plastik ini selaras dengan program sekolah yaitu menjadi Sekolah Adiwiyata.

KENDAL – Prestasi tingkat nasional berhasil diraih SMP Negeri 2 Singorojo Kabupaten Kendal dalam ajang kreasi dari bahan sampah yang diselenggarakan oleh salah satu brand produk makanan. Sekolah ini berhasil menjadi juara pertama dengan mengalahkan ratusan peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

Penyerahan hadiah kreasi dari bahan sampah plastik pada acara Meet and Greet bersama Edhozel di halaman sekolah SMPN 2 Singrojo, Senin (18/11/2019). Foto: dokumentasi

SMP Negeri 2 Singorojo merupakan salah satu sekolah pinggiran di Kendal yang berada di Jalan Raya Ngareanak Kecamatan Singorojo. Namun sekolah ini sarat dengan prestasi terutama di bidang lingkungan. Sekolah ini telah ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata oleh Pemerintah Kabupaten Kendal.

Di ajang kreasi dari bahan sampah plastik, selain juara pertama sekolah ini juga mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 25 juta dari perusahaan brand produk makanan yang menyelenggarakan. Sekolah ini membuat kreasi tempat pencil, lampion, bingkai cermin, rumah-rumahan, baju, topi, tongkat, baju adat, monas dari bahan sampah plastik dari brand produk makanan tersebut.

‘’Bupati Kendal Ibu dr Mirna Annisa (menetapkan sekolah) sebagai Sekolah Adiwiyata. Dari seluruh SD, SMP, SMA, SMK se-Kabupaten Kendal kita peringkat 7. Salah satunya, kita berusaha sedapat mungkin sekolah bebas dari sampah plastik,’’ujar Kepala SMPN 2 Singorjo, Kuncoro Pujiwarto, saat penyerahan hadiah pada acara Meet and Greet bersama Edhozel di halaman sekolah, Senin (18/11/2019).

Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. Menurut Kuncoro, prestasi nasional ini diraih berkat kerjasama tim guru dan para siswa di sekolah. Ia menegaskan, kegiatan membuat kreasi dari bahan sampah plastik ini selaras dengan program sekolah yaitu menjadi Sekolah Adiwiyata.

‘’Termasuk program dari Slai Olai yaitu “Go Green” kita bebaskan dari sampah plastik, pelan-pelan sampai suatu saat sampah plastik dapat kita manfaatkan menjadi kreasi yang seru. Kami berharap ada kesempatan seperti ini lagi,’’ katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, kebersihan lingkungan sekolah merupakan salah satu pendidikan karakter bagi siswa. Siswa jangan hanya diajarkan matematika dan tematik semata, tetapi juga harus diajarkan terkait dengan pembentukan karakter seperti sopan santun, etikan, dan karakter baik lainnya.

‘’Hal itu antara lain dengan menciptakan kebersihan dan kerapian lingkungan kita, itu adalah sebuah pembelajaran yang baik,’’ tegasnya.

Ia pun menilai prestasi nasional yang diraih SMPN 2 Singorjo dalam ajang membuat kreasi dari bahan sampah plastik merupakan prestasi yang luar biasa. Dia berpesan kepada para siswa dengan pembentukan karakter yang telah diajarkan oleh sekolah dan belajar yang rajin, dapat mengejar cita-citanya.

‘Kerjakan PR, kemudian membantu orang tua, jangan membuat ayah bunda kita sedih. Adik-adik sekalian tidak boleh nongkrong di tempat-tempat yang tidak baik atau pun untuk tujuan yang tidak baik. Kalau untuk berkumpul bersama, belajar bersama itu dipersilakan,’’ terangnya.

Wahyu menegaskan, Bupati Kendal sangat memberikan perhatian kepada kebersihan dan kerapian sekolah. Bahkan setiap melakukan kegiatan ke satu tempat pasti menyempatkan berkunjung ke sekolah terdekat. Itu untuk memastikan sekolah sangat nyaman dan menyenangkan untuk anak-anak bersekolah. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.