SMA Muhammadiyah 1 Semarang Terapkan Pembelajaran Berbasis Android

Pembelajaran berbasis android dapat menekan penyalahgunaan pemanfaatan ponsel saat jam sekolah.

SEMARANG – SMA Muhammadiyah 1 Kota Semarang menerapkan pembelajaran berbasis android. Para siswa praktis hanya dapat memanfaatkan android miliknya hanya saat jam belajar untuk kepentingan belajar saja.

Siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang mengerjakan ujian melalui ponsel. Foto: dokumentasi

Terlihat para siswa SMA Muhammadiyah 1 tersebut sibuk dengan ponsel android yang sedang berada di genggaman. Mereka saat ini tengah mengikuti ujian tengah semester.

Mereka tidaklah sedang bermain game ataupun menonton film. Tetapi mereka sedang mengerjakan soal-soal ujian yang memang didesain untuk dikerjakan melalui ponsel mereka

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Semarang, Sukini mengatakan, pembelajaran berbasis android dapat menekan penyalahgunaan pemanfaatan ponsel saat jam sekolah. Sebab sistem yang dibangun sekolah akan memblokir seluruh aplikasi lain.

‘’Seperti game dan medsos sehingga siswa lebih fokus dalam belajar,’’ ujarnya, Rabu (18/9/2019).

Dia melanjutkan, kegiatan tes berbasis android ini memang merupakan bagian dari sistem belajar mengajar yang dibangun sekolahannya. Sehingga bukan saja saat ujian namun juga dalam kegiatan belajar mengajar setiap harinya.

Menurutnya, sistem pembelajaran berbasis android tersebut merupakan buah dari kegelisahan sekolah akan banyaknya siswa yang membawa ponsel di sekolah, namun bukan untuk menunjang belajarnya.

‘’Dari situlah melalui inisiatif seorang guru dan dorongan sekolah, sekolah lantas membangun KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) berbasis android. Hasilnya siswa lebih nyaman dalam belajar dan gurupun mudah menyampaikan pelajarannya,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut Sukini menjelaskan, sistem KBM berbasis android yang ia bangun juga praktis membuat siswa selama mengakses website sekolah tidak dapat menggunakan handphonnya untuk kegiatan lain selain belajar. Jika ada yang nekat maka ponselnya akan eror.

‘’Untuk mengembalikannya jadi normal juga harus dilakukan oleh guru khusus IT-nya. Handphone para siswa akan kembali normal saat mereka sudah tidak mengakses website sekolah,’’ katanya. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.