Sketsa Wajah Habibie dalam Lukisan Kopi

Gradasi monokrom warna coklat yang mengeluarkan aroma kopi terbaur pada kanvas yang sebelumnya tersketsa.

SEMARANG – Aroma kopi semerbak di atrium Mal Ciputra Semarang, Kamis (12/9/2019). Bukan dari kedai kopi yang ada di sana, tetapi membaur di antara lukisan-lukisan yang terpajang di area itu.

Pelukis dari Komunitas Raden Saleh sedang melukis dengan media kopi pada acara Music Art Fashion and Food of Indonesia (Maffin) di Mal Ciputra Semarang, Kamis (12/9/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Ternyata aroma itu berasal dari sejumlah pelukis yang hadir di acara Music Art Fashion and Food of Indonesia (Maffin). Mereka sibuk menggoreskan kuas di kanvas, tapi bukan dengan media cat air atau cat minyak, melainkan kopi yang dicampur dengan lem kayu. Gradasi monokrom warna coklat yang mengeluarkan aroma kopi terbaur pada kanvas yang sebelumnya tersketsa.

Salah satunya tampak pada lukisan Roro Queen, pelukis dari Komunitas Raden Saleh itu tengah menyeketsa wajah Presiden Ke-3 RI BJ Habibie yang kemarin wafat. Sketsa wajah tersebut diwarnai dengan cairan kopi di depannya.

“Judulnya In Memoriam Habibie, saya melukis ini spontan, karena beliau baru saja pergi dan meninggalkan banyak jasa untuk negeri ini,” tuturnya.

Pelukis lain yaitu Wibowo Sanjaya (63), seniman yang juga dari Komunitas Raden Saleh itu menorehkan kuas dari gelas berisi kopi kental ke kanvasnya yang bergambar Penari Bali.

“Saya melukis dengan media kopi sejak lima tahun lalu. Sensasinya beda karena ada tekstur kasar biji kopi pada lukisan dan aroma yang masih melekat,” katanya yang sudah melukis sejak tahun 1976 itu.

Pada acara tersebut Mal Ciputra menggandeng Komunitas Raden Saleh dan menampilkan kopi sebagai sebuah seni. Beberapa pelukis yang tergabung dalam komunitas tersebut menggambar menggunakan media kopi. Bentuk yang dilukis menjadi sketsa wajah.

Layaknya sketsa wajah, komunitas ini juga mengakomodir keinginan pengunjung yang ingin digambar menggunakan media pensil. Dipamerkan pula sejumlah lukisan karya seniman Kota Semarang.

Kegiatan ini merupakan rangkaian event Maffin “Music Art Fashion and Food of Indonesia”. Sesuai tajuknya, hal lain yang ditampilkan adalah musik, yaitu lagu-lagu kenangan Koes Plus yang dibawakan oleh grup band Ekspresi.

Ada juga fashion show oleh Bayu Ramli Exist Modelling. Sementara kuliner diisi suguhan dari ThreePot dan Chang Tea.

“Ini gelaran Maffin kedua, yang pertama di tahun 2018 lalu. Konsepnya adalah menngolaborasikan seni dan kuliner dalam satu wadah. Seni yang ditampilkan pun unik. Maffin lalu kami mengajak seniman henna. Kali ini seniman lukis dengan media kopi,” jelas Promotion Manager Mal Ciputra Semarang, Catur Agus Joko Widodo, di sela-sela acara. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.