SK Lima PPK Sukoharjo Dicabut, KPU Diminta Seleksi Ulang

SK lima nama dibatalkan tersebut terbukti secara administrasi tidak sesuai prosedur SE 1373/PP.05-SD/01/KPU/XI/2018.

SUKOHARJO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo memeriahkan KPU mencabut dan membatalkan SK lima nama PPK dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019. KPU Sukoharjo diharuskan mengadakan seleksi ulang pada lima nama SK yang dibatalkan tersebut.

Sidang putusan dugaan pelanggaran Rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Bawaslu Sukoharjo, Jumat (14/12/2018). Foto: metrojateng.com

Sidang putusan dugaan pelanggaran Rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilakukan oleh KPU Sukoharjo digelar pada Jumat (14/12/2018). Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto mengatakan, SK lima nama dibatalkan tersebut terbukti secara administrasi tidak sesuai prosedur SE 1373/PP.05-SD/01/KPU/XI/2018.

“KPU Sukoharjo harus melakukan seleksi ulang pada lima nama SK yang dibatalkan, mereka harus menginformasikan pada publik tiga hari setelah putusan ini,” papar Bambang usai memimpin sidang.

Dilanjutkan Bambang terkait hal ini KPU Sukoharjo harus bisa melakukan koreksi hasil putusan dari Bawaslu Sukoharjo melalui Bawaslu Jateng. Dimana permohonan koreksi tersebut dikirimkan maksimal tiga hari setelah putusan.

Kelima nama yang dibatalkan dan dicabut SK-nya yakni Pamella Putritara Endriasari (Kecamatan Baki), Muhammad Amri (Kecamatan Grogol), Muhammad Arif Sulistiyanto (Kecamatan Kartasura), Kurniawan Rahmadika (Kecamatan Nguter), dan Dahwan Asqolani (Kecamatan Polokarto).

Sementara itu, Bayu Sapto Nugroho selaku pelapor mengatakan, pihaknya telah menerima putusan tersebut walaupun tidak dikabulkan seluruhnya. Secara administrasi dalam hal ini KPU sudah terbukti telah melakukan pelanggaran. (MJ-28)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.