Situs Candi di Giriroto Diduga Dari Abad 9 Masehi

image

BOYOLALI – Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, melakukan penggalian di lokasi penemuan yang diperkirakan bangunan candi di Dukuh Gunung Wijil, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Di hari kedua ekskavasi situs, Selasa (5/3), tim penggalian sudah menjangkau dasar bangunan yang diperkirakan peninggalan kebudayaan Hindu, di abad ke IX.

Ketua tim penggalian, Muhammad Junawa, mengatakan tim melakukan penggalian di salah satu situs dan mulai mengidentifikasi bangunan tersebut. Dari pengukuran, tinggi bangunan batu-bata yang diperkirakan adalah pondasi candi tersebut setinggi 110 cm. 

“Profil bagian kaki bangunan sudah ketemu. Di bagian bawahnya ada lapisan pasir yang digunakan sebagai landasan banguan,” kata Junawa kepada wartawan di lokasi Selasa (5/4). 

Untuk membangun pondasi itu, kata dia, dengan menggunakan perekat alami. Yakni batu bata yang saling digesekkan menggunakan air sehingga akan melekat saat kering. 

Junawa memperkirakan, bangunan tersebut adalah tempat ritual kepercayaan Hindu di jaman Kerajaan Mataram kuno atau Mataram Hindu, sekitar abad IX Masehi. Hal ini melihat adanya dua buah arca, salah satunya arca Nandeswara. Arca tersebut dalam kepercayaan Hindu merupakan salah satu dewa penjaga mata angin. Arca itu ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari lokasi bangunan yang diduga candi. 

Situs peninggalan jaman Kerajaan Mataran Hindu, biasanya menggunakan batu. Penggunaan batu bata di situs yang ditemukan di Desa Giriroto ini, Junawa memperkirakan, kemungkinan karena kelangkaan material batu di sekitar lokasi situs itu. Karena langka, maka batu hanya digunakan untuk arca atau unsur penting lainnya saja. Ada juga perkiraan jika penggunaan batu-bata terkait nilai filosofi wilayah setempat. “Ada berberapa situs di Jawa Tengah yang bahan pembuatannya menggunakan batu-bata, seperti di Candi Retno di Magelang,” jelasnya.  

Penemuan situs di Desa Giriroto ini, selain bangunan yang perkirakan dasar candi, berjarak sekitar 20 meter ditemukan dua arca, yakni arca Mahakala dan Nandiswara. Kedua arca itu juga ditemukan terpendam. Selain itu juga ditemukan sebuah yoni, namun kondisinya sudah pecah menjadi beberapa bagian.  

Batu-bata sisa bangunan diduga candi yang sebelumnya banyak terdapat di lokasi situs, sebagian juga sudah digunakan warga untuk material bangunan. Menurut dia, dari keterangan sejumlah orang tua di desa tersebut, dulu ada lingga yoni. “Tetapi lingganya sudah hilang. Apakah dua situs tersebut saling berhubungan, masih butuh penelitian mendalam,” tandasnya. (MJ-07) 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

9 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.