Situs Benteng Kota Lama Ditemukan di Dasar Proyek Polder Bubakan

Petugas proyek menemukan struktur bangunan tersebut pada pertengahan Oktober 2018 kemarin.

SEMARANG – Aktivitas penggalian fondasi proyek Polder Bubakan, Jalan Mataram, Semarang menemukan fakta mengejutkan. Petugas proyek mendapati adanya struktur bebatuan yang diduga berupa sisa bangunan Benteng Kota Lama.

Penampakan proyek Polder Bubakan yang digarap Kementerian PUPR yang berkolaborasi dengan Pemkot Semarang. Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Petugas proyek menemukan struktur bangunan tersebut pada pertengahan Oktober 2018 kemarin.

Manajemen Konstruksi PT Amitas Jakarta, Sonny Cahyo Bawono, yang menggarap revitalisasi Kota Lama Semarang menyatakan, situs yang ditemukan berupa tumpukan batu bata seluas 100 meter persegi.

“Saat kita menggali untuk menancapkan fondasi pada bagian polder di Bubakan itu, ternyata ada temuan struktur bebatuan yang kelihatannya memang sisa-sisa peradaban kuno. Mungkin semacam benteng yang dulunya mengelilingi kawasan Kota Lama,” katanya kepada metrojateng.com, Minggu (23/12/2018).

Atas temuan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkot Semarang untuk menindaklanjuti lebih jauh. Menurutnya Polder Bubakan merupakan bagian dari proyek revitalisasi Kota Lama yang akan tuntas Mei 2019 nanti. Revitalisasi Kota Lama juga mengerjakan dari ujung Jembatan Berok sampai Bundaran Bubakan. Di sepanjang kawasan itu, pihaknya juga kebagian membangun dua polder.

Polder pertama dibangun persis samping Jembatan Berok. Polder kedua di Bubakan. “Untuk temuan situs benda bersejarah di Polder Bubakan, kita laporkan juga ke BPCB biar dikaji dan diteliti historisnya. Setelah adanya temuan tersebut, kita harus merubah desain poldernya. Sebab, situsnya harus dilestarikan dan dimunculkan ke permukaan supaya nilai sejarahnya bisa dilihat oleh masyarakat luas,” ungkapnya.

Sedangkan, Wahyu Krisnanto, Staf Bidang Publikasi dan Pemanfaatan BPCB Jateng secara terpisah, membenarkan ihwal temuan struktur bangunan bersejarah di Bubakan. Lokasi temuannya berada di sisi utara Bubakan atau seberang SPBU.

Hanya saja, ia belum bisa memastikan lebih rinci apakah struktur bangunannya punya kaitan erat dengan sisa benteng Kota Lama.

“Tapi belum bisa dijelaskan lebih mendalam apakah ada kaitannya dengan benteng yang dulu mengitari Kota Lama atau bukan. Nanti akan diteliti lagi. Yang pasti itu sudah ada sejak masa kolonial Hindia Belanda. Soalnya yang ditemukan berupa tatanan batu bata. Kota Lama kan mengalami dinamika perubahan sangat pesat,” bebernya.

Wahyu sudah minta izin kepada Kementerian PUPR untuk dibuatkan rekomendasi supaya penemuan situs itu bisa ditampakan ke permukaan dengan dibuatkan sebuah set museum di pojok Polder Bubakan.

“Itu nilai sejarah sangat penting. Karena bentuknya struktur bangunan dari tatanan batu bata. Yang kita temukan itu pada kedalaman 1 meter sampai 3 meter. Luas bangunannya tersebar ke arah selatan dan timur. Persis utara Bubakan. Ini bagian dari situs yang harus dilestarikan,” paparnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.