Aneh! Puluhan Siswa SMPN 2 Musuk Kesurupan dan Ngaku Lihat Hantu Teman

Salah seorang guru SMPN 2 Pegandon berusaha menenangkan siswa yang histeris . Foto Metrojateng
Salah seorang guru SMPN 2 Pegandon berusaha menenangkan siswa yang histeris . Foto Metrojateng

BOYOLALI – Kesurupan massal terjadi di SMPN 2 Musuk, Boyolali Senin (31/8) pagi. Sekitar 20 siswa-siswi mengalami kesurupan dan halusinasi, mengaku melihat sosok temannya yang sudah meninggal dunia. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut akhirnya dihentikan dan para siswa dipulangkan lebih awal.

“Ada sekitar 20 siswa yang mengalami kesurupan dan halusinasi. Kebanyakan siswa perempuan. Yang laki-laki dua siswa,” kata Kasubag Humas SMPN 2 Musuk, Umar Ma’ruf.

Awalnya hanya satu siswi saja, namun kemudian belasan siswa lainnya ikut kesurupan. Karena yang mengalami kesurupan terus bertambah, akhirnya siswa dari kelas VII hingga IX, dipulangkan awal untuk belajar di rumah. “Dengan pertimbangan para guru juga tidak bisa mengajar siswanya karena mengurusi siswa yang kesurupan dan dikhawatirkan siswa yang kesurupan semakin bertambah banyak, akhirnya siswa kami minta belajar di rumah,” jelas Umar.

Menurut dia, pada kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) di halaman sekolah, terdapat empat siswa yang mengalami kesurupan. Itu terjadi pada Minggu (30/8) dini hari, saat digelar renungan malam. Ke empat siswa itu berhasil disadarkan dan hingga pagi hari tak terjadi apa-apa lagi. “Kemudian Senin (31/8) pagi setelah upacara, terjadi lagi,” katanya.

Tiba-tiba seorang siswi kelas VIIIA, Widyaningsih, menangis histeris dan diikuti siswa-siswa lainnya. Temannya yang hendak menolong langsung ikut kesurupan dan ada yang masuk ke kelas itu ikut kesurupan. Mayoritas siswa yang kesurupan tersebut adalah siswa perempuan dari kelas VIIIA.

Dari pengakuan yang kesurupan, imbuhnya, rata-rata mengaku melihat sosok teman sekolah mereka, Dani, yang sudah meninggal setahun lalu. Namun ada juga yang mengaku melihat sosok mahkluk hitam berbadan tinggi besar di atas atap genteng serta sosok anak-anak.

Murid yang kesurupan seperti sedang sangat ketakutan dan menangis histeris sambil memanggil-manggil nama Dani. Karena situasi dianggap tak kondusif untuk kegiatan belajar mengajar, para murid akhirnya dipulangkan.

Terlepas dari unsur mistis, Umar menduga para murid mengalami halusinasi karena kelelahan setelah mengikuti Persami. Terlebih semua murid yang kesurupan adalah murid yang ikut Persami. “Yang saat Persami kesurupan, juga ikut kesurupan lagi.”

Untuk menyadarkan kesurupan massal itu, pihak sekolah memanggil guru dari SDN 2 Sruni, Iskandar. Ia kemudian mengajak guru lain agar membimbing siswa yang kesurupan membaca doa-doa. Siswa yang sudah sadar langsung diantarkan pulang.

Seorang guru setempat, Budi Utomo, mengatakan kejadian kesurupan yang menimpa para siswa tak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya juga sering terjadi. “Kalau dulu paling hanya dua sampai empat siswa yang kesurupan. Mereka menyebut nama Rani,” katanya.
Pihak sekolah akhirnya menggelar rukyah. Setelah dirukyah, sekitar dua tahun terakhir tak terjadi lagi ada siswa yang kesurupan. Baru kali ini terjadi kesurupan dan paling banyak,” imbuhnya.

Kejadian ini mendapat perhatian dari Kepala Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman, yang langsung datang ke SMPN 2 Musuk. (MJ-07)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

6 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.