Siswa SMA Muhammmadiyah 4 Kendal, Ujian Diantar Ambulance

UNBK SMA Muhammadiyah 4 kendal
Alam Rustam Listiyanto, siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal ditandu petugas PMI Kendal ke sekolah untuk ikut UNBK. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

KENDAL – Meski kaki patah akibat kecelakaan, Alam Rustam Listiyanto siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal tetap ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Alam  diantar mobil ambulance milik PMI Kendal ke sekolah. Ia juga harus ditandu untuk menuju ruang ujian di lantai dua, karena tidak bisa berjalan.

Mobil ambulance milik PMI Kendal menjemput Alam Rustam Listiyanto di rumahnya Desa Cepiring Kecamatan Cepiring Kendal, satu jam sebelum pelaksanan UNBK. Alam Rustam tercatat peserta UNBK sekolahnya untuk sesi kedua yang berlangsung pukul 10.00 WIB. Ia melaksanakan ujian bersama 50 siswa lain selama empat hari.

Alam Rustam Listiyanto tidak mau mengikuti ujian susulan. “Saya inginnya ikut UNBK bersama teman-teman tidak mau ikut yang susulan. Kaki masih sakit tetapi saya tetap semangat,” kata Alam Rustam yang sebelumnya menjalani operasi dan perawatan di rumah sakit.

Menurut orang tua Alam Rustam, Enny Listyorini, anaknya lah yang memiliki keinginan kuat untuk tetap mengikuti UNBK. “Bahkan saat menjalani perawatan di rumah sakit, ia meminta kepada dokter agar sesegera mungkin dioperasi. Supaya bisa ikut UNBK. Sebagai  orangtua harus mendukung dan memberi semangat. Kami meminta bantuan ke PMI untuk bisa mengantarkan Alam dengan mobil ambulance,” jelas Enny.

Kepala SMA Muhammadiyah 4 Kendal, Slamet Purwanto menjelaskan tidak ada ruangan khusus untuk alam. Namun pihaknya menambahkan satu kursi di tempat duduk Alam untuk menopang kakinya. “Kebetulan tempat duduk alam berada di urutan belakang sehingga memungkinkan untuk ditambah kursi lain sebagai penopang,” ujarnya.

Pihak sekolah mengapresiasi semangat Alam yang tetap ikut UNBK. Pihak sekolah sebenarnya bisa meminta Alam mengikuti ujian di rumah, namun prosedurnya lebih rumit. “Kalau ujian khusus di rumah, harus ada petugas yang setiap hari mengambil soal di Ungaran dan pengawas tambahan untuk mengawasi di rumah,” kata Slamet. Karenanya cara itu tidak ditempuh.

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

9 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.