Siswa SLB Kendal Dilatih Tanggap Kebakaran

Simulasi ini bagian dari kewaspadaan sekolah agar saat kebakaran bisa melakukan penanggulangan dengan baik.

KENDAL – Ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kendal berlarian keluar kelas saat ruangan terbakar. Bunyi sirine yang meraung-raung terdengar saat jam pelajaran membuat siswa SLB dan guru panik. 

Simulasi penanggulangan bencana yang dilakukan di lingkungan SLB Kendal, Rabu (10/10/2018) siang. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Api membakar ruang kelas dan sejumlah fasilitas lain. Suasana panik terlihat saat anak-anak berkebutuhan khusus ini berlari keluar kelas.

Sementara siswa yang menggunakan kursi roda harus dibantu guru agar bisa keluar dari kelas dan berkumpul di halaman sekolah yang aman dari kebakaran. Sejumlah siswa terluka akibat tertimpa bangunan, dievakuasi tim kesehatan dan digotong untuk menghindari kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran dari pos Weleri yang sigap segera melakukan pemadaman agar tidak merambat ke ruang kelas yang lainnya. Suasana kepanikan tersebut merupakan bagian simulasi penanggulangan bencana kebakaran yang terjadi di sekolah.

Kepala SLB Negeri Kendal, Mugiyanto menjelaskan simulasi ini bagian dari kewaspadaan sekolah agar saat kebakaran bisa melakukan penanggulangan dengan baik.

“Siswa dengan kebutuhan khusus ini perlu pendampingan saat terjadi kebakaran dan dengan simulasi ini diharapkan bisa membantu penanganan agar tidak ada korban jiwa,” katanya, Rabu (10/10/2018).

Simulasi yang diadakan di lingkungan sekolah ini juga disaksikan Bupati Kendal Mirna Annisa. Bupati mengapresiasi simulasi ini karena bisa menjadi wahana belajar saat terjadi bencana.

“Saya berharap tidak terjadi kebakaran yang sebenarnya dan simulasi ini tidak diterapkan pada kejadian sebenarnya. Tetapi untuk antisipasi dan kewaspadaan bagus juga apa yang dilakukan siswa SLB ini,” ujarnya.

Rencananya simulasi penganggulangan bencana akan dilakukan di sejumlah instansi baik pendidikan dan kesehatan seperti rumah sakit. Harapannya simulasi ini bisa menjadi pembelajaran bagi warga untuk selalu sigap dan waspada saat terjadi bencana. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.