Siswa Lintas Agama Gelar Aksi Keprihatinan Tragedi New Zealand

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua OSIS, Dani Azhar, mereka ikut prihatin atas adanya korban meninggal dunia dan luka

TEGAL – Ratusan siswa SMP Negeri 1 Slawi dari berbagai agama, Senin (18/3/2019) siang menggelar aksi keprihatinan tragedi penembakan brutal di Masjid Al Noor Chirstchruch, New Zealand. Siswa beragama Islam menggelar salat gaib, sedangkan nonmuslim menggelar doa di lorong kelas.

Para siswa SMP N 1 Slawi melakukan salat gaib untuk para korban tragedi penembakan brutal di New Zealand. Foto : metrojateng.com/ adithya

Salat gaib dilakukan ratusan siswa kelas 7 dan 8 di musala yang ada di kompleks sekolah saat jam istirahat dengan lebih dulu diawali pernyataan sikap siswa atas peristiwa pada Jumat (15/3) yang menewaskan 50 orang itu.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua OSIS, Dani Azhar, mereka ikut prihatin atas adanya korban meninggal dunia dan luka, mengutuk tindakan biadab pelaku yang tidak berperikemanusian.

“Kami berharap tidak akan terulang lagi kejadian serupa, di mana pun, dan sampai kapan pun,” katanya.

Setelah salat gaib, mereka kemudian mendoakan para korban baik yang meninggal dunia maupun yang terluka. Doa bersama tersebut tak hanya dilakukan oleh siswa muslim, tapi juga para siswa nonmuslim. Mereka ikut merasakan kesedihan atas kejadian memilukan yang menimpa para korban saat sedang berada di masjid.

“Walaupun kita bukan orang Islam, tapi ketika saudara kita yang muslim menderita, kita juga ikut merasakan kesedihannya. Ada perasaan senasib,” kata salah satu siswa nonmuslim yang ikut doa bersama, Karen Citra.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Slawi Alfatah mengatakan, salat gaib dan doa bersama digelar atas inisiatif pengurus OSIS setelah mengetahui peristiwa penembakan yang terjadi di dua masjid di Chistchurch, Selandia Baru.

“Kami dari sekolah mendukung inisiatif dari pengurus OSIS. Ini juga bagian dari pendidikan karakter. Mereka mengetahui adanya peristiwa itu, bahkan mungkin mendapat video penembakannya, merasa sedih, dan kemudian berinisiatif menggelar salat gaib untuk para korban,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Alfatah juga memberikan pesan terkait toleransi antarumat beragama dan imbauan kepada para siswa untuk tidak ikut menyebarkan video maupun foto penembakan jika menerimanya melalui telepon seluler. (MJ-10)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.