Sistem Pelaporan Masyarakat Lapor Hendi Dikenalkan ke Mahasiswa

Wali Kota Semarang saat menghadiri acara Sosialisasi SP4N Lapor Goes to Campus di Undip, Semarang. Foto : metrojateng.com/abduh.

SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengajak semua pihak ikut aktif membangun Kota Semarang, termasuk mahasiswa yang berada di kota ini. Salah satu caranya dengan memanfaatkan inovasi sistem pelaporan masyarakat yaitu Lapor Hendi.

Selama ini sistem pelaporan masyarakat tersebut telah terbukti membawa dampak positif bagi perkembangan Kota Semarang. Melalui sistem pelaporan tersebut Hendi, sapaan akrab walikota, meyakini jika partisipasi pembangunan dapat lebih mudah dilakukan.

‘’Tahun 2014 kita mulai merintis sebuah kanal pelaporan yang namanya Lapor Hendi, sehingga partisipasi pembangunan dapat dilakukan lebih mudah, tinggal melalui gadget,” kata Walikota Hendi saat sosialisasi dan talkshow SP4N Lapor di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, belum lama ini.

Dalam acara tersebut, hadir sebagai narasumber Direktur Pattiro Semarang Widi Nugroho, Ketua Ombudsman Jateng Siti Farida dan Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama.

Hendi mengungkapkan, masyarakat dapat melaporkan apa saja hal yang jelek terkait Kota Semarang di Lapor Hendi. Tapi jika ada yang baik tentang Kota Semarang juga harus diceritakan kepada saudara atau orang lain supaya mereka mau datang ke Semarang.

‘’Tapi kalau ada yang jelek-jelek di Semarang, Lapor Hendi. Kalau ada yang baik-baik di kota Semarang ceritakan kepada saudaramu di luar sana supaya mereka datang ke Semarang,” ujarnya.

Aplikasi Lapor Hendi ini pada mulanya berdiri sendiri melalui Website LaporHendi.com, Aplikasi Lapor Hendi dan media sosial melalui tagar #LaporHendi. Dalam perkembangannya, pada tahun 2016 aplikasi tersebut terintegrasi dengan LAPOR (Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat) milik pemerintah pusat, sehingga partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Sejak Lapor Hendi kembali diluncurkan pada bulan Mei 2016, maka sampai Oktober 2019 sudah ada 15.375 laporan aduan yang diterima. Bahkan pada akhir November lalu, wali kota juga menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Inovatif 2019 untuk inovasi layanan gawat darurat 112 dari Kemenkominfo.

Sistem aplikasi aduan semangatnya adalah partisipasi membangun kota, sehingga nama pelapor harus jelas yang kemudian dapat dikonfirmasi terkait substansi pelaporannya.

Di hadapan mahasiswa yang hadir, Hendi juga menegaskan agar para mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan. “Sebagai generasi milenial, jadi aktor publik itu penting kalau ada masalah di lingkungan sekitar, Anda bisa langsung kirim SMS ke 1708 Lapor Hendi atau langsung lewat aplikasi online LAPOR,’’ tegasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.