Sistem Bergilir Distribusi Air di Wilayah Timur Dicabut

SEMARANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang telah mencabut sistem bergilir distribusi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu sejak Kamis (24/5) lalu. Karenanya, aliran air di wilayah timur Semarang diklaim sudah kembali lancar.

Tangki PDAM
Tangki air PDAM Tirta Mineral Kota Semarang siap didistribusikan ke wilayah timur Semarang. Foto: metrojateng.com/dok

Plt Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, M Farkhan mengatakan, krisis pasokan air di IPA Kudu sudah berangsur membaik. Dengan dicabutnya sistem giliran maka pasokan dan produksi air baku sudah berjalan normal dan distribusi mulai merata.

’’Artinya daerah seperti Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Pucanggading, Majapahit, Sendangguwo, sudah teraliri lagi,’’ ungkapnya, Rabu (30/5).

Menurutnya, distribusi dan transmisi dari IPA Kudu sudah berjalan 24 jam. Saat ini, debit air dari IPA Kudu yang didistribusikan mencapai 500 liter per detik. Sedangkan untuk transmisi mencapai 450 liter per detik.

Membaiknya kondisi ini, lanjut Farkhan, tidak lepas dari dukungan dan kerjasama yang baik antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Perum Jasa Tirta dan PDAM Tirta Moedal.

Namun demikian, Farkhan tidak memungkiri masih ada keluhan warga terkait aliran air. Pasalnya, saat ini meski sudah berupaya optimal namun produksi air baku yang didistribusikan ke warga belum normal sepenuhnya.

Hanya saja, saat ini semua wilayah di Semarang bagian timur sudah teraliri air PDAM dari pasokan IPA Kudu. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 9

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.