#SisiKelam Suguhkan Komedi Nakal dan Berbahaya, Jumlah Penonton Terbatas

Tidak semua penikmat komedi bisa menerima materi komedi yang terbilang frontal membahas SARA.

Penampilan Obin Robin saat pertunjukan #SisiKelam di Harris Hotel Senatraland Semarang, Sabtu (12/1/2019). Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono
SEMARANG – Stand Up Comedy Show #SisiKelam sukses digelar oleh Komunitas Stand Up Comedy Kota Semarang (SUCKS) di Harris Hotel Sentraland Semarang pada Sabtu (12/1/2019) petang. Pertunjukan ini disiapkan khusus bagi pecinta komedi gelap (dark comedy), disaksikan oleh kurang lebih 130 penonton dari Kota Semarang dan sekitarnya.

 

Ketua SUCKS, Dhonny Fajar Saputra mengatakan, jumlah penonton dalam pertunjukan ini sengaja dibatasi karena penikmat dark comedy terbilang segmented. Tidak semua penikmat komedi bisa menerima materi komedi yang terbilang frontal, nakal dan berbahaya, misalnya membahas SARA.

 

Namun dalam kenyataaannya, banyak penonton yang tetap ingin memesan tiket pertunjukan. Pihak SUCKS terpaksa harus menolak beberapa penonton yang ingin menikmati pertunjukan karena kuota penonton yang terbatas dan tiket habis terjual sebelum hari pertunjukan.

 

Dijelaskan, #SisiKelam merupakan pertunjukan yang digagas sejak 2014 lalu dengan format tur ke beberapa kota. Sebelumnya #SisiKelam digelar di Salatiga, Kudus dan Cepu. “Sedangkan Kota Semarang merupakan jujugan terakhir pertunjukan yang memiliki segmen tersendiri ini,” katanya.

 

#SisiKelam menyuguhkan tema yang dekat dengan kehidupan. Masing-masing orang memiliki sisi kelam tersendiri yang biasanya enggan diceritakan kepada orang lain. Para penampil, yaitu Nono Gerard, Yanuar, Rendy, Parweed, Obin Robin, Gatot Hendraputra dan Gondrongisme secara bergantian menyuguhkan komedi berdasarkan perspektif sisi kelam mereka masing- masing dalam kehidupannya.

 

Obin Robin yang saat ini berprofesi sebagai pembawa acara tidak ragu menampilkan sisi kelam kehidupannya sebelum memutuskan untuk berhijrah. “Dulu saya bekerja di kelab malam hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhijrah,” katanya.

 

Obin menceritakan kehidupannya yang serba gemerlap saat bekerja di kelab malam dan canggungnya saat transisi dari dunia gemerlap malam menuju kajian-kajian islami. Dalam komedinya, Obin menyelipkan beberapa pesan bagi penoton yang masih ragu untuk berubah menjadi baik.

 

Selain Obin, beberapa penampil lainnya juga bercerita sisi kelam kehidupan pribadinya yang mungkin dirasakan juga beberapa penonton. Ada yang bercerita tentang sisi kelam sebagai pengajar di sekolah Islam, sisi kelam kehidupan bapak rumah tangga yang bertukar tugas dengan istri, mengomentari perilaku berlebihan para penganut agama yang justru tidak mencerminkan ajaran agamanya sendiri dan lain-lain.

 

Bentuk komedi ini sengaja ditampilkan untuk memberikan perspektif bagi para penonton untuk tidak selalu memandang buruk pengalaman kehidupan yang terkadang pahit. Masih banyak dari bagian sisi kelam kehidupan yang justru dapat dijadikan pelajaran dan instropeksi diri, bahkan bahan tertawaan bersama.

 

Melihat respons masyarakat yang baik terhadap pertunjukan dark comedy, ke depannya, SUCKS tidak menutup kemungkinan untuk kembali menggelar pertunjukan dengan tema serupa namun dengan penampil yang berbeda agar materi yang disuguhkan lebih segar dan muncul bibit komedian baru. (ade)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.