Sisi Menarik BTPN Syariah Dalam Penghimpunan  Dana dan Penyalurannya

BTPN Syariah Cabang Semarang Berhasil Himpun Dana Rp 425 Miliar di Kuartal I/2021

Layanan Prima – Petugas BTPN Syariah tengah memberikan pelayanan kepada nasabah di Kantor BTPN Syariah Cabang Semarang.( tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – PT Bank BTPN Syariah Tbk sebagai bank umum syariah pertama hingga tahun 2021 tetap fokus melakukan penghimpunan dana dari keluarga sejahtera. Meski menyandang sebagai bank berlatar berlakang Syariah dalam penghimpunan dana tidak hanya kepada keluarga sejahtera muslim, tetapi juga dari berbagai latar belakang (non muslim).

Branch Manager BTPN Syariah Cabang Semarang  Dewi Susilowati mengatakan nasabah BTPN Syariah tidak hanya orang-orang muslim tetapi juga dari latar belakang yang beragram. Ini menjadi sisi yang sangat menarik, karena mereka berasal dari latar belakang yang beragram termasuk salah satunya pihak keuskupan yang mempercayakan dananya di BTPN Syariah. Mereka yakin bahwa prinsip syariah yang dijalankan tidak hanya memberikan imbal hasil yang optimal tetapi juga memberikan manfaat yang luar biasa bagi keluarga prasejahtera di pelosok negri.

“Kami terus berikhtiar menjadi organisasi yang terus tumbuh bersama menginspirasi untuk seluruh stakeholder kami yakni, nasabah, keluarganya dan komunitas untuk mewujudkan niat baik lebih cepat. Dalam melakukan penghimbunan dana dari keluarga sejahtera BTPN Syariah memiliki banker pemberdaya, yakni professional bankers yang handal dan tangguh serta aktif memberikan pelayanan optimal dalam memberdayakan keluarga prasejatera produktif melalui dana yang dihimpun,”tambahnya.

Hingga kuartal I tahun 2021 di Semarang sudah terhimpun dana kurang lebih Rp 425 Miliar. Dana tersebut selanjutnya digabung dengan dana yang dihimpun dari pusat untuk disalurkan sepenuhnya kepada 230 ribu nasabah pembiayaan keluarga prasejahtera produktif di Semarang dan sekitarnya. Adapun nilai pembiayaan yang disalurkan kurang lebih Rp 701 Miliar.

Menurut Dewi dalam melakukan penghimpunan dana, BTPN Syariah melakukan pendekatan dengan baik, karena misi BTPN Syariah untuk meningkatkan kesejateraan ekonomi masyarakat prasejahtera. Sehingga tidak sedikit nasabah funding yang mempercayakan dananya kepada BTPN Syariah, Selain itu BTPN Syariah juga bersikap terbuka dan selalu memberikan pelayanan yang optimal.

Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pastor Paroki Gereja Katrdral Semarang.( tya)

 

Hal senada juga diungkapkan Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pastor Paroki Gereja Katrdral Semarang yang mempercayanan pengelolaan dananya ke BTPN Syariah. Hal ini dilakukan karena Gereja Katedral Semarang memiliki prinsip dasar yang sama dengan BTPN Syariah yakni selalu mengupayakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat. khususnya kelompok masyarakat ekonomi lemah.

“Sepanjang apa yang dilakukan baik, kami akan membuka kerjasama yang baik tanpa  memandang ras,suku, agama dan latar belakang lainnya . Apapun sistimnya jika untuk kesejahteraan bersama ,kami terbuka untuk kerjasama demi kebaikan bersama,” ungkap Romo Herman.

Menurut Romo Herman, meski belum pernah diajak mengunjungi nasabah keluarga prasejahtera, ia percaya dana yang disimpan di BTPN Syariah digunakan dengan baik untuk membantu masyarakat prasejahtera. Karena BTPN Syariah selalu memberikan informasi dengan baik tentang penggunaan dananya.

Dijelaskan sebelum bekerjasama dengan BTPN Syariah, Gereja Katedral sebelumnya bekerjasama dengan PT Bank Sahabat Purba Danarta, yang kemudian diakuisisi oleh BTPN Syariah pada tahun 2014. Adanya kesamaan visi inilah, Gereja Katedral pada tahun 2018 kembali mempercakan penyimpnanan dananya ke BTPN Syariah, untuk membantu meningkatkan kesejateraan nasabahnya khususnya masyarakat ekonomi lemah.

“Kami berharap BTPN Syariah dapat mengelola dana nasabah dengan baik dan menjadi bank yang sehat  dan  selalu membantu masyarakat  dalam meningkatkan kesejateraan.  Tetap menjaga nasabahnya jangan sampai menjadi susah dan terus memberdayakan masyarakat prasejahtera menjadi keluarga yang sejahtera,” jelas Romo Herman.

Hingga kuartal pertama 2021, kinerja BTPN Syariah menunjukkan kinerja baiknya. Meski di tengah pandemi, penyaluran pembiayaan ke segmen ultra mikro mencapai 9.7 T, tumbuh 6 persen dari periode yang sama ditahun sebelumnya.

Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ini juga disertai dengan konsistensi dalam menjaga kualitas pembiayaan yang sangat hati-hati. Kemampuan Bank dalam menjaga kinerja juga tercermin dalam perolehan laba bersih setelah pajak (NPAT) selama kuartal pertama 2021 mencapai Rp 375 miliar atau setara dengan 44 persen laba bersih tahun 2020.

Adapun Dana Pihak Ketiga juga meningkat sebesar 9 persen, mencapai Rp 10,5 triliun. Lebih lanjut, BTPN Syariah berhasil mencatat total aset dan total ekuitas menembus milestone level 17 triliun dan level 6 triliun yaitu pada Rp 17,3 triliun dan Rp 6,3 triliun. Total pertumbuhan asset dan ekuitas tersebut mencapi 8% dari pada periode yang sama tahun lalu. Seluruh pertumbuhan yang baik ini menandakan bahwa ketangguhan prasejahtera Indonesia menghadapi pandemi berada pada posisi yang optimis. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.