Single “Tak Bersyarat”, Cerita Kayla yang Tak Bisa Move On

Kayla ingin berkisah tentang seseorang yang tidak bisa melupakan kenangan masa lalu bersama orang tersayang.

PENYANYI muda Semarang, Kayla akhirnya merilis single keduanya yang berjudul “Tak Bersyarat” usai beristirahat selama dua tahun setelah single pertamanya yang bertajuk “Bila”. Single terbarunya tersebut kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform multimedia, mulai YouTube, iTunes, Spotify, Napster, Tidal, Shazam, Yandex dan lainnya.

Penampilan Kayla di Lot28, Rabu (12/9/2018). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Kayla mengatakan, isi dari lirik single “Tak Bersyarat” adalah kisah seseorang yang tidak bisa melupakan kenangan masa lalu bersama orang tersayang. “Dari segi lirik, intinya lagu ini bercerita tentang seseorang yang susah move on,” kata Kayla, Rabu (12/9/2018).

Di tengah maraknya materi pop di Indonesia, Kayla punya cara tersendiri bagaimana menghidangkan menu yang biasa saja menjadi musik yang asyik untuk dinikmati. Lirik yang jauh dari kesan metaforis dan aransemen musik yang sederhana tapi menusuk, menjadi menu utama lagu ini.

Dalam menggarap single “Tak Bersyarat”, gadis berusia 16 tahun ini tidak bekerja sendiri. Tangan dingin Arfin Iyonk dan OkiSMR sebagai Music Producer, bersama Hendy Irvan dan Cindy Diana Kohler, Iyonk juga bertindak sebagai song-writer untuk lagu Tak Bersyarat ini.

Kemudian hadirnya Andre Dinuth, seorang gitaris andal di Jakarta yang juga bekerja sama dengan Glenn Fredly, Trio Lestari dan lain-lain, dipercaya untuk mengisi part gitar di lagu ini. Harmonisasi string yang elegan dari Iwan Popo, musisi Bandung yang juga seorang keyboardist dari Yura Yunita, untuk memperkuat suasana lagu.

Kepekaan telinga Rio Ndul sebagai recording engineer di Cabbyland Studio, serta Bowo Soulmate sebagai vocal director Kayla, turut memberikan warna pada lagu “Tak Bersyarat”.

Kayla melepas single kedua, “Tak Bersyarat” setelah vakum dua tahun. Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Pembuatan video klip dilakukan di Kota Lama Semarang dengan alasan ingin mengangkat Kota Lama agar lebih dikenal. Bangunan-bangunan kuno dan suasana kafe di Kota Lama menjadikan suasana sendu lagu ini semakin menonjol.

Dalam video tersebut, Kayla digambarkan hanya sendiri menikmati suasana Kota Lama Semarang sembari membawa kamera. Dia menunggu dan mengenang, bahkan hingga mencari  seseorang di sana tetapi pada akhirnya Kayla tetap tidak menemukan sosok tersebut.

Dalam proses rekaman, Kayla memiliki ritual tersendiri. Dia biasa mematikan lampu studio untuk mendapatkan mood dan feel yang bagus saat bernyanyi.

“Aku memang lebih suka gelap saat recording karena lebih bisa menghayati sebuah lagu. Jadi harus matikan lampu studio biar lebih tenang,” paparnya. (ade)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.