Sindikat Cyber Crime Taiwan dan Tiongkok Menetap Dua Bulan di Semarang

Sasarannya merupakan warga negara Taiwan ataupun Tiongkok. Mereka beraksi secara online yang dikendalikan dari sebuah rumah di Jalan Puri Anjasmoro Semarang Barat. 

SEMARANG – Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan penangkapan empat puluh warga negara asing (WNA) di sebuah rumah mewah Jalan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, pada Kamis (18/4/2019) lalu tidak ada hubungannya dengan pemilu. Penangkapan tersebut murni terkait dugaan sindikat jaringan kejahatan cyber crime asal Taiwan dan Tiongkok.

 

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji. Foto: metrojateng.com/dok

 

Mereka diduga melakukan kejahatan penipuan dan pemerasan yang sasarannya merupakan warga negara Taiwan ataupun Tiongkok. Mereka beraksi secara online yang dikendalikan dari sebuah rumah di Jalan Puri Anjasmoro Semarang Barat.

“Penangkapan empat puluh WNA itu tidak ada kaitannya dengan Pemilu. Tidak ada barang bukti yang menjurus ke sana (Pemilu). Ini murni kriminal, mereka itu melakukan tindak penipuan dengan pemerasan terhadap warga di negara asal mereka yang tercatat memiliki permasalahan hukum,” kata Abioso usai mengunjungi Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Jalan Sugriwa Raya, Krapyak, Kota Semarang, Minggu (21/4/2019).

Abioso menjelaskan, modus penipuan dan pemerasan yang diduga dilakukan oleh puluhan WNA tersebut dilakukan secara online. Sasarannya warga negara Taiwan ataupun Tiongkok yang bermasalah hukum.

“Sasaran korban adalah warga negara asing yang ada di Taiwan ataupun Cina yang memiliki permasalahan hukum. 40 orang ini melakukan penipuan sekaligus pemerasan,” tegas Abioso.

Berdasarkan informasi, puluhan WNA tersebut sudah berada di Semarang sekitar dua bulan terakhir. Mereka tinggal di sebuah rumah mewah di Jalan Puri Anjasmoro Blok M2 Nomor 11, Semarang Barat.

“Untuk saat ini 40 WNA itu masih berada di Rudenim. Selama ini mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. Rencananya dari Interpol Taiwan akan datang untuk interview langsung,” ungkap Abioso.

Seperti diberitakan, 40 WNA ditangkap terkait dugaan penipuan dan pemerasan. Puluhan WNA tersebut terdiri dari 36 pria dan enam wanita. Sebelas di antaranya merupakan DPO Interpol.

Selain mengamankan 40 WNA, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 29 ponsel, sepuluh paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp 35 juta, 3 pejer, satu bendel dokumen, 64 unit telepon rumah, dan beberapa peralatan komputer. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.