Sinar Mas Tanamkan Modal Rp 40 Miliar Bangun Sekolah Vokasi

Sekolah vokasi dinilai penting bagi negeri ini untuk bersaing di era industri 4.0.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang juga menjabat Ketua Umum Himpuni hadir bersama Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto untuk meresmikan pembangunan gedung sekolah vokasi Undip, Selasa (12/3/2019). (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

SEMARANG – Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni) melibatkan Sinar Mas untuk membangun gedung sekolah vokasi berbasis teknik mesin dan start-up di Kampus Undip, Tembalang, Semarang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang jadi Ketum Himpuni hadir bersama Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto untuk meresmikan pembangunan gedung tersebut, pada Selasa (12/3/2019).

Budi Karya Sumadi mengatakan apa yang ia lakukan sekarang demi mendukung program Pemerintahan Jokowi-JK untuk mewujudkan industri berbasis start-up.

“Sekolah vokasi menjadi penting bagi negeri ini untuk mewujudkan era industri 4.0. Sehingga nantinya bisa memberikan pembelajaran tentang teknik mesin dan start-up bagi para generasi milenial,” kata Budi.

Sementara itu, Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto menjelaskan sekolah vokasi Undip berdiri di atas lahan perusahaannya yang telah dihibahkan. Luasan gedungnya mencapai 6.000 meter persegi.

“Kami merasakan benar ketika industrialisasi dipacu, kebutuhan sumber daya manusia berkualitas meningkat tinggi. Sementara ketersediaan angkatan kerja berbasis pendidikan vokasi berada di bawah kebutuhan sektor industri. Kemitraan seperti ini dapat menadi salah satu solusinya,” akunya.

Sinar Mas, kata dia, telah menanamkan modalnya Rp 40 miliar untuk mendukung proyek tersebut.

Ia pun merinci proyek tersebut yang akan dituntaskan pada tahun depan. Pembangunan gedungnya meliputi ruang Pengelolaan Dekanat, ruang Administratif, ruang Departemen Sipil dan Perencanaan, ruang Departemen Teknologi Industri, ruang Departemen Bisnis dan Keuangan, dan juga ruang Departemen Informasi dan Budaya.

“Kami mengharapkan kurikulum pendidikan vokasi semakin sejalan dengan kebutuhan serta dinamika sektor industri, termasuk dalam menjawab disrupsi teknologi,” kata Sulistiyanto. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.