Simpan Sabu dalam Perut, Pria asal Batam Ditangkap di Semarang

Di Bandara Ahmad Yani ada seseorang yang dicurigai dan terus dipantau anggota di lapangan,

SEMARANG – Seorang pria berinisial H (50) warga asal Batam ditangkap dengan barang bukti narkoba jenis sabu di halaman parkir Bandara Ahmad Yani Semarang. Total ada 250 gram sabu terbagi dalam lima bungkus kecil yang disimpan di dalam perut tersangka.

Ilustrasi. BNNP Jateng menggagalkan pengiriman sabu-sabu dari Batam. Pelaku ditangkap di Bandara Ahmad Yani Semarang. Foto: metrojateng.com/dok

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Dijelaskannya, penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima terkait adanya pengiriman paket sabu dari Batam ke Semarang. Pengiriman dilakukan melalui bandara.

“Ada informasi, kami langsung tempatkan anggota untuk pengintaian. Beberapa hari setelah informasi itu ada penerbangan pesawat dari Batam ke Semarang, tepatnya pada hari Kamis (25/4/2019), sekitar pukul 11.30. Di Bandara Ahmad Yani ada seseorang yang dicurigai dan terus dipantau anggota di lapangan,” katanya, Senin (29/4/2019).

Sesampainya di halaman parkir Bandara Ahmad Yani Semarang, petugas BNNP Jateng langsung menangkap pria yang diketahui berinisial H (50) tersebut. Petugas langsung memeriksa dan menggeledah barang bawaan tersangka.

“Saat pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku kalau membawa narkoba jenis sabu. Paket sabu itu disimpan di dalam perut atau melalui anus,” ungkap Suprinarto.

Setelah itu H dibawa ke kantor BNNP Jateng di Jalan Madukoro Blok BB, Semarang Barat, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas meminta tersangka H untuk mengeluarkan batang yang diakui disimpan di dalam perut. Setelah dikeluarkan didapati ada lima bungkus paket diduga sabu.

“Kami minta untuk dikeluarkan. Ternyata ada lima bungkus masing-masing beratnya 50 gram. Jadi total barang buktinya ada 250 gram,” paparnya.

Hasil pemeriksaan sementara, H sebenarnya tidak sendirian dalam penyelundupan sabu dari Batam ke Semarang. Masih ada satu orang lagi yang tidak jadi berangkat bersama H.

“Kamu dapatkan informasi, seharusnya ada dua orang yang berangkat dari Batam tetapi satunya tidak jadi berangkat. Posisi masih berada di Batam sehingga kami kirimkan anggota ke sana untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Suprinarto. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.