Silaturahmi Budaya, Warga Bruno Wisuda Ganjar jadi Putra Ndolalak

image

PURWOREJO – Ulang tahun Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ke-47 terasa spesial dengan kejutan dari warga Kecamatan Bruno, Purworejo. Warga setempat menggelar Silaturahmi Budaya sebagai perayaan ulang tahun gubernur.?

Acara yang berlangsung Jumat (30/10) siang hingga petang itu bertempat di lapangan depan Kantor Kecamatan Bruno. Warga Bruno yang kental dengan nafas kesenian menampilkan berbagai atraksi. Seperti Karawitan Puspito Laras, Penthulan Gowong, Kemprangan Brunorejo, Calung SMA Islam Sudirman Bruno, Tayub Puspito Laras, Tari Topeng, dan Kuda Lumping Sri Mardi Budoyo.
?
Silaturahmi Budaya ini juga mampu menarik kehadiran Seniman Magelang Tanto Mendut. Ia memimpin Komunitas Lima Gunung mempersembahkan tarian Ritus Bedhayan Ndolalak. Tanto juga menggarap artistik panggung menggunakan materi daun jati, blarak pohon kelapa, dan bambu.?
?
Ritus Bedhayan Ndolalak diakhiri dengan kejutan lain dari warga Bruno. Mereka mewisuda Ganjar sebagai Putra Ndolalak. Wisuda itu ditandani dengan penyematan topi Ndolalak.

“Sebagai Putra Ndolalak, Mas Ganjar sudah dianggap warga kehormatan Bruno. Topi ini tidak boleh dilepas selama acara. Kalau bisa nanti kembali ke Semarang sehari-hari gubernur pakai topi Ndolalak,” gurau Sih Agung, sang pembawa acara.?
?
Acara semakin terasa spesial dengan penampilan Sawung Jabo. Musisi gaek ini menyanyikan beberapa lagu. Diantaranya Bento dan Di Atas Langit Masih Ada Langit. Di awal penampilan, Jabo mendaulat Ganjar membacakan puisinya berjudul Hening. Jabo sendiri mengiringi pembacaan puisi itu dengan petikan gitarnya.?

Di tengah acara, seorang ibu hamil, Shofiyah, menyeruak ke tengah panggung. Ia meminta Ganjar memberi nama untuk calon bayinya ketika nanti lahir ke dunia.

Ganjar hanya tertawa-tawa mendengar permintaan Shofiyah. Ia tak menduga, pekerjaan gubernur selain mengurus permintaan dan infrastruktur daerah, ternyata juga memberi nama bayi. Namun ia mengabulkan permintaan itu, meski tidak saat itu juga.
?
“Aku kalau kasih nama harus tirakatan sek. Gini saja, aku minta nomernya nanti tak SMS namanya ya,” ujar Ganjar.?
?
Dalam sesi sambung rasa, seorang pelajar SMP 42 Bruno meminta Ganjar membangunkan SMK. “Saya kelas tiga pak, ingin sekolah tapi tidak ada SMK di sini. Kalau harus ke kota kejauhan,” kata pelajar bernama Syukron itu.

Ganjar menimpali bahwa membangun sekolah tidak bisa singkat. Ada proses pengajuan dari daerah ke kementerian melalui provinsi. Ia memberi solusi agar Syukron nanti mendatar ke SMK Jawa Tengah.

“Itu sekolahan milik provinsi. Ada di Pati dan Kota Semarang. Gratis, siswanya dapat asrama. Syaratnya dua, anak keluarga tidak mampu dan harus lulus tes,” katanya.

Acara selama tiga jam itu berlangsung gayeng. Lebih dari lima ratus warga melingkari lapangan. Menjelang akhir acara, Ganjar membagikan makanan yang ada di mejanya kepada warga. Tindakan itu diikuti para tamu undangan. Kapolres Purworejo, camat Bruno, dirut Bank Jateng, dandim Purworejo, dan kepala Disbudpar Jateng turut membagikan makanan.?
?
Silaturahmi Budaya dipuncaki penampilan Tari Ndolalak dari Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno. Gadis-gadis cantik itu lalu menarik Ganjar, tamu undangan dan seluruh warga menari Ndolalak bersama.(byo)?

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

39 − = 32

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.