Sido Muncul Ekspor Tolak Angin Ke Arab Saudi di Tengah Pandemi

Berkualitas- Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat saat memperlihatkan Tolak Angin, sebagai salah satu produk unggulan Sido Muncul yang siap diekspor ke Arab Saudi

 

JAKARTA, METROJATENG.COM –Badan POM mengapresiasi Sido Muncul dalam upaya terus mengembangkan produk herbal khususnya Tolak Angin  agar dapat bersaing di pasar global. Upaya ekspor herbal suatu kebanggaan di tengah pandemi seperti ini, karena mengkonsumsi produk herbal adalah langkah pencegahan untuk melawan Covid-19 dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Penegasan ini dikemukakan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito saat memberi sambutan dalam ekspor perdana Sido Muncul ke Arab Saudi, di Jakarta, Senin kemarin. Di tengah pandemi Covid-19, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali merealisasikan ekspor perdana Tolak Angin ke Arab Saudi, setelah sebelumnya sukses melakukan eskpor produk yang sama ke Australia, Filipina dan beberapa negara lainnya.Langkah itu, menunjukkan herbal Indonesia, khususnya yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh (imun) berjaya mampu melawan masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami sudah melihat dan mendampingi berbagai ekspor Sido Muncul ke berbagai negara. Ini suatu kebanggaan melihat produk Sido Muncul bisa menembus pasar global,” ujar Penny.

Sementara itu, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menuturkan Tolak Angin bisa meningkatkan sel T tapi tidak spesifik untuk menangkal virus tertentu. Kasus Covid-19 misalnya, hanya bisa diatasi dengan vaksin. Begitu pun dengan virus-virus yang lain. Namun, Tolak Angin bisa diminum untuk menjaga agar daya tahan tubuh tetap kuat.

Seperti diketahui Universitas Oxford dengan Astra Zeneca (perusahaan farmasi) melakukan penelitian vaksin virus Corona bahwa antibodi dan sel-T disebut dapat menekan hingga menetralkan virus yang terdeteksi (Covid-19).

Peresmian ekspor perdana tersebut dilakukan secara virtual dari tiga lokasi, meliputi Pabrik Sido Muncul di Ungaran, Kabupaten Semarang, kantor marketing Sido Muncul Jakarta, dan Arab Saudi. Acara pelepasan ekspor ditandai dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi di Semarang.

“Saya berterima kasih kepada Badan POM yang sudah membantu dan memfasilitasi ekspor perdana ini hingga bisa terlaksana. Setelah ini, Sido Muncul berencana untuk melakukan ekspansi ke bebera negara lainnya,” tutur Irwan Hidayat.

Menurutnya, Tolak Angin akan didistribusikan secara merata di seluruh mainstream market yang ada di Arab Saudi, sebagai upaya agar masyarakat mudah mendapatkan Tolak Angin. Kali ini Sido Muncul memberangkatkan satu kontainer berukuran 20 feet produk Tolak Angin perdana ke Arab Saudi.

Tolak Angin, lanjutnya, telah melakukan Uji Khasiat atau Uji Manfaat pada 2007 oleh Lembaga Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang di bawah pimpinan Prof dr Edi Dharmana MSc Ph D Sp. Hasilnya minum Tolak Angin dua sachet dalam sehari terbukti meningkatkan sel-T secara umum yang merupakan indikator daya tahan tubuh, baik orang yang sehat maupun orang sakit.

Tolak Angin, tutur Irwan, lain dengan vaksin. Kalau vaksin yang Oxford itu  meningkatkan antibodi, limfosit T, protektif terhadap virus. Kalau obat stimulan seperti Tolak Angin (meningkatkan daya tahan tubuh) secara umum. Tidak spesifik terhadap Covid-19.Selain itu, menurut Irwan, Tolak Angin juga telah melakukan Uji Toksisitas bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang dipimpin oleh Apt Ipang Djunarko MSc. Hasilnya Tolak Angin terbukti aman dikonsumsi selama 232 bulan selama sesuai dengan dosis yang ditentukan.

Keberhasilan Sido Muncul dalam mengekspor Tolak Angin tidak terlepas dari kepatuhan perusahaan dalam mentaati peraturan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ekspor perdana Tolak Angin ke Arab Saudi menjadi bukti bahwa obat herbal asli Indonesia dapat diterima oleh negara lain.

Sebelumnya Sido Muncul juga sukses melakukan ekspor produk Tolak Angin ke Australia dan Filipina menjadi prioritas eskpor untuk dua produk andalan Tolak Angin dan Kuku Bima Energi.

Irwan menuturkan perusahaan juga merealisasikan ekspor untuk perluasan pasar, ke berbagai negara potensial, bahkan produk andalan Tolak Angin sudah mendapatkan registrasi dari Australia.

Setelah Australia, Filipina dan Arab Saudi, serta disusul ekspor ke negara Thailand, bahkan perusahaan juga akan memprioritaskan pengembangan pasar ekspor di negara tetangga, khususnya Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand.

Hadir pada kesempatan ini Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM RI Drs Martin Suhendri, Apt M Farm, Direktur LPPOM MUI Dr Ir Lukmanul Hakim MSi, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Dr Ir Kasan Muhri, Konsul Jenderal Indonesia untuk Arab Saudi Eko Hartono, Presiden Direktur Mizanain Trading & Marketing Abdilah Bawazeer, Perwakilan Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang Heri Widarta, SP M Sc dan Direksi Sido Muncul Maria Hidayat, Irnez Hidayat, Nadia Arditi, dan Roy Anton. (tya)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.