Sidak WNA di Kendal, Petugas Imigrasi Diusir Sekuriti Pabrik

Operasi gabungan tersebut menyasar dua pabrik di Kaliwungu.

KENDAL – Ketegangan mewarnai inspeksi mendadak yang dilakukan petugas gabungan untuk memantau tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Kendal (14/12/2018). Operasi gabungan tersebut menyasar dua pabrik di Kaliwungu.

Petugas Imigrasi Jateng melakukan sidak tenaga kerja asing di Kendal, Jumat (14/12/2018). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Petugas gabungan dari Kantor Imigrasi, TNI, Polri, Disnaker Jawa Tengah, Kejaksaan, Satpol PP dan Kesbangpol Kendal sempat diusir sekuriti pabrik. Meski sudah menjelaskan kepada sekuriti namun petugas diminta keluar dan menunggu izin dari atasannya. 

Setelah berdebat dan bersitegang dengan petugas sekuriti tim diperbolehkan masuk dan mendata warga negara asing yang bekerja di pabrik tersebut. Razia gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Penindakan dan Informasi Keimigrasian Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Tohadi.

Para warga negara asing yang berstatus sebagai tenaga kerja asing satu persatu diperiksa keberadaanya serta berkas administrasi meliputi kartu identitas, paspor dan visa.

Sebagian besar para tenaga kerja asing tersebut sudah lancar dialog dengan bahasa Indonesia dan sudah bekerja di perusahaan tersebut lebih dari dua tahun.

Tohadi mengatakan, pemantt tersebut sudah menjadi kegiatan rutin. “Terlebih agenda akhir tahun pemeriksaan para warga negara asing yang tinggal maupun bekerja gencar dilakukan sebagai wujud kontrol terhadap para imigran,” katanya.

Operasi gabungan tersebut menyasar dua pabrik di Kaliwungu. Di PT Kayu Lapis Indonesia terdapat 7 WNA. “Dari jumlah tersebut 5 merupakan pekerja dan 2 sebagai buyer,” imbuh Tohadi.

Sedangkan di PT Rimba Partikel Indonesia terdapat empat tenaga kerja asing yang menduduki posisi sebagai tenaga ahli dan pengawas. Terkait adanya ketegangan petugas menyadari hanya adanya miskomunikasi terkait managemen perusahaan yang mengharuskan semua tamu harus melapor sesuai SOP perusahaan tersebut.

Semua dokumen yang diperiksa para petugas terkait sudah sesuai dengan regulasi yang ada dan tidak menemukan warga negara asing yang bermasalah. (MJ-01)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.