Siapkan Jadi Pengusaha, Anak-anak SD Diajari Bikin Parsel Rotan

Siswa selain diajari cara membuat kerajinan juga dilatih mandiri dan disiapkan mampu mengenal dunia usaha.

JEPARA – Belasan siswa SDIT Amal Insani Jepara belajar langsung membuat kerajinan parsel rotan. Kegiatan tersebut merupakan program kunjungan edukasi yang dilaksanakan tiap tahun.

Anak-anak SDIT Amal Insani belajar menganyam keranjang parsel di Telukwetan Welahan, Rabu (27/3/2019). Foto: metrojateng.com

Di teras rumah Rukmini (45), Desa Telukwetan RT 18 RW 3 Kecamatan Welahan, Jepara anak-anak itu asyik menganyam rotan membentuk parsel. Mulai dari memilih rotan hingga menganyamnya.

Tak butuh lama, para siswa sudah dapat menyelesaikan anyaman parselnya. Mereka dipandu langsung oleh Rukmini, perajin parsel.

Waka SDIT Amal Insani Bagian Sarana dan Prasarana, Achmad Subhan menuturkan bahwa program kunjungan edukatif dilaksanakan di industri kerajinan rumahan di Kabupaten Jepara. Kali ini di perajin parsel rotan.

“Kami ingin mengajak para siswa mengenali usaha kerajinan yang ada di Jepara. Mereka belajar membuat kerajinan secara langsung dan manual,” katanya, Rabu (27/3/2019)

Di sini, lanjut dia, siswa selain diajari cara membuat kerajinan juga dilatih mandiri dan disiapkan mampu mengenal dunia usaha.

“Di Jepara banyak industri kerajinan rumahan yang perlu dikenalkan kepada siswa. Karena ini merupakan potensi usaha yang dapat dikembangkan mereka nantinya,” tuturnya.

Tidak hanya rotan, program ini juga menyasar industri genteng, telur asin dan lain sebagainya. “Yang kelas tiga belajar di industri telur asin di Desa Batukali dan yang kelas empat di industri parsel di Telukwetan,” paparnya.

Seorang siswa, Fahri Toha mengaku senang bisa membuat parsel rotan. Awalnya dia tidak percaya diri, namun akhirnya mampu menyelesaikan anyamannya.

“Kalau lihat parsel susah buatnya, tapi pas diajari kok gampang,” jelasnya.

Fahri juga baru tahu kalau parsel itu dibuat di Jepara. “Tahunya hanya untuk wadah. Tapi ternyata perajinnya dari Jepara. Saya senang,” ungkapnya.

Sementara, Rukmini mengatakan, program kunjungan edukatif sudah dilaksanakan tiga kali di rumahnya.

“Awalnya saya bingung caranya mengajari anak-anak sekolah karena saya bukan guru. Tapi dengan sebisa saya, mereka bisa dengan cepat diajari. Ini sudah ketiga kalinya belajar di sini selama dua tahun terakhir,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.