“Si Bahenol” Pemkot Magelang Masuk 20 Besar KIPP Jateng

Kota Magelang juga meloloskan aplikasi Pak Waris dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

MAGELANG – Dua inovasi ciptaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Magelang masuk dalam 20 besar seleksi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Dua inovasi tersebut yakni Pak Waris (Pelayanan Akta Kematian Lewat Whatsapp dan Gratis) dan Si Bahenol (Sistem Informasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Secara Online).

Tim Kota Magelang melakukan presentasi dan wawancara di hadapan tim penilai KIPP Provinsi Jawa Tengah. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Kasubbag Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Bagian Organisasi Setda Kota Magelang, Tatok Sulistyono menjelaskan, KIPP tingkat provinsi ini baru pertama kali ini diselenggarakan. Kota Magelang sendiri mengirimkan 7 proposal inovasi untuk kompetisi ini.

“Total ada sebanyak 172 proposal yang masuk ke panitia KIPP Provinsi Jateng. Jumlah tersebut mengerucut menjadi 170 lantaran 2 lainnya tidak lolos administrasi. Panitia kemudian melakukan seleksi lagi hingga tersisa 20 besar dan Kota Magelang termasuk di dalamnya,” jelas Tatok.

Dia menyebutkan, dua inovasi yang lolos seleksi ini adalah Pak Waris dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Si Bahenol dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Hari ini, kita mengikuti tahapan presentasi dan wawancara untuk proses seleksi 20 besar menjadi 10 besar di Gedung D Provinsi Jateng,” terang Tatok.

Masuknya inovasi dari Kota Magelang dalam 10 besar KIPP Provinsi Jateng, menurutnya, adalah suatu hal yang membanggakan. Mengingat Kota Sejuta Bunga baru pertama kali ini mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Jateng tersebut.

“Termasuk juga inovasi Siap Uji KIR Online di Dinas Perhubungan yang masuk TOP 99 KIPP tingkat nasional itu baru pertama kali. Hal ini sudah cukup membanggakan dan semoga bisa memacu OPD-OPD lain di lingkungan Pemkot Magelang untuk terus menciptakan inovasi terbaru,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaat Data, Ahmat Sholichin menerangkan, inovasi Pak Waris diterapkan untuk mempermudah masyarakat Kota Magelang dalam mengurus Akta Kematian.

“Pak Waris ini kita rancang sejak tahun 2016 lalu, kemudian mulai dilaunching tahun 2017. Melalui Pak Waris, masyarakat akan dipermudah dalam mengurus Akta Kematian karena tinggal memfoto dokumen dan mengirim melalui whatsapp, setelah jadi, mereka tinggal ambil di kantor Disdukcapil,” terang Ahmat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Kota Magelang, Wikan Kanugroho mengatakan, aplikasi Si Bahenol dirancang untuk mempercepat pengurusan pengajuan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Jika biasanya warga mengurus BPHTB selama 14 hari, dengan aplikasi Si Bahenol pengurusan menjadi lebih singkat jadi 4 hari. Keunikan aplikasi dengan aplikasi serupa di daerah lain adalah partisipasi masyarakat dalam mengawasi pekerjaan kami, ada prinsip transparansi,” urainya.

Perbedaan lainnya, lanjut Wikan, adalah tidak adanya transaksi tunai selama penerapan aplikasi ini sehingga mencegah terjadinya kebocoran kas daerah.

“Masyarakat langsung membayar BPHTB ke bank yang ditunjuk. Dengan begitu, tidak ada lagi celah penerobosan sistem karena pembayaran yang dilakukan secara tunai,” katanya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.