“Share and Like” di Medsos Itu Gampang, Tapi Buntutnya Panjang

kesbangpol kendal
Kepala Kesbangol Kendal, Ferry Rad Bonay dalam rapat koordinasi bersama berbagai pemangku kepentingan setempat. (foto: metrojateng.com/Edi Prayinto)

 

KENDAL – Perkembangan teknologi memudahkan seseorang mengakses informasi melalui telepon seluler. Kemudahan itu memicu kecepatan pembagian informasi. Sayangnya, hal itu tidak diimbangi dengan kemauan memeriksa kebenaran sebuah informasi. Padahal, beragam bentuk informasi dan berita di internet tidak seluruhnya benar.

Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal menggelar rapat koordinasi bersama camat, kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kesbangpol mengimbau pencegahan penyebaran informasi yang belum tentu benar, terutama yang berpotensi menimbulkan fitnah dan memecah belah bangsa.

“Jangan mudah menyukai dan membagikan informasi dari media sosial. Sekarang mudahnya orang bisa memposting berita atau informasi yang tidak jelas sumbernya. Bahkan tak jarang berita yang dimuat seakan fakta. Namun di balik itu adalah berita bohong yang berisi hujatan, makian maupun hinaan secara halus,” kata Ferry Rad Bonay, Kepala Kesbangol Kendal.

Fery mengimbau agar masyarakat tidak mudah membagikan informasi yang tidak jelas sumbernya. “Sesuai undang-undang ITE, bagi yang mengunggah berita kebohongan atau hujatan pada pejabat negara bisa terjerat dengan undang-undang tersebut,” terangnya.

Dia menambahkan, apalagi jelang pelaksanaan pemilihan gubernur maupun kepala daerah saat ini. Para pendukung calon diminta untuk bersaing secara sehat dan tidak memperkeruh suasana dengan berita bohong. “Untuk itu digelar kegiatan rapat koordinasi masalah strategis dan aktual dengan tujuan agar tercipta pemahaman dan persepsi tentang berita hoaks,” imbuh dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur menyatakan, pemerintah melalui pesan dari Presiden RI, gunakan media sosial dengan bijak, serta gunakan media sosial secara positif dan  jangan menebar kebencian antar sesama umat. Seringkali keberagaman menjadi bagian yang sangat menarik bagi pihak yang ingin menarik untung ketika terjadi kesalahpahaman, pertentangan, perseteruan antar umat manusia.

“Sebab saat ini dengan mudahnya penghasut menebar isu-isu Sara melalui media sosial yang kemudian ditangkap oleh segala lapisan masyarakat yang berbeda-beda tingkat emosi keagamaannya. Lakukan kroscek lebih dulu terhadap pemberitaan yang beredar di media sosial, serta mempertimbangkan sumber dari berita tersebut. Lebih baik mengantisipasi dari pada sudah terjadi dulu,” tandas Masrur. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 69 = 72

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.