Sewakan Tanah PT KAI, Purnawirawan Polisi Ini Rugikan Negara Hingga Rp 527 Juta

penggelapan aset PT KAI Daop VI Magelang
Kantor PNA dan Aset PT KAI di Kota Magelang. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

MAGELANG – PT KAI (Persero) Daop VI Yogjakarta melaporkan seorang purnawirawan polisi dengan tuduhan menyewakan tanah aset PT KAI tanpa izin. Terlapor berinisial RM (52), Tinggal di Jalan Magangan Kulon, Kelurahan Patehan, Keraton Yogyakarta. Laporan dikirim ke Polda Jateng.

“Pelaku kami laporkan bukan semata-mata arogan. Namun agar korban lain mau melapor kepada kami, juga untuk membuat efek jera bagi yang lain,” kata Manager Humas PT KAI DAOP VI Yogjakarta,di kantor PNA dan Aset PT KAI Kota Magelang, Rabu (21/3).

Eko menyatakan, pelaku sudah diserahkan ke Polda Jateng dengan surat tanda terima laporan polisi STTLP/83/VI/2017SPKT tertanggal 22 Juni 2017. Pelaku sendiri saat ini ditahan di Kejaksaan Negeri Kota Magelang per 20 Maret lalu.

Modus operandi yang dilakukan adalah, pelaku telah menarik uang sewa atas pemakaian sejumlah aset milik PT KAI, dari warga. Pelaku menerbitkan sertifikat tanah versinya sendiri atas nama penyewa sebagai bukti menempati.

Untuk melancarkan aksinya pelaku merekrut orang lain, dilengkapi surat tugas, untuk melakukan pengurusan tanah yang diklaim miliknya. Ia juga memasang plang di atas tanah milik PT KAI untuk menerangkan lokasi kantornya.

Beberapa lokasi aset PT KAI yang disewakan antara lain di Desa Pucung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Lalu di Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung atas hak ground kaart dan tanah di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

“Pelaku menyewakan aset dengan harga lebih murah dibanding ketentuan sewa yang ditetapkan oleh PT KAI,” ujarnya. Atas perbuatan pelaku, negara dirugikan sebesar Rp 527 juta dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Sementara PT KAI sendiri menerapkan  ketentuan harga sewa kepada masyarakat umum sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP), luasan tanah, dan pemanfaatannya. Perbuatan pelaku dianggap melanggar pasal 385 ayat 4c dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Eko mengatakan, semua aset pemerintah yang di kelola PT KAI selalu dilaporkan secara transparan. Baik itu yang ada di Magelang maupun Temanggung serta Jateng pada umumnya.

Wakil Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Ida Hidayati mengatakan, upaya hukum diharapkan dapat memberi edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming harga murah. Sejauh ini pihaknya baru melaporkan satu orang. Ia berharap tidak ada lagi oknum yang melakukan perbuatan yang sama hingga merugikan negara. (MJ-24).

 

 

 

 

 

 

Anda mungkin juga berminat
Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 9

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.