Setiap Hujan Deras, Warga Kecamatan Ini Selalu Was-was

image

MAGELANG – Banjir lahar dingin terjadi di sejumlah sungai yang berhulu dari puncak Gunung Merapi, menyusul tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi, Kamis (3/3). Akibatnya, warga yang tinggal di bantaran Sungai Pabelan merasa takut dan was-was bila banjir meluap dan menerjang rumah mereka.

Seorang relawan Simpatik Merapi, Rully mengatakan, puncak gunung Merapi di guyur hujan dengan intensitas tinggi selama lebih kurang satu setengah jam sejak pukul 14.00 wib.

Hal itu terlihat dari sinyal bergerigi yang ditangkap oleh HT miliknya. “Kalau bunyinya semakin sering, berarti di puncak gunung hujan semakin deras,” terangnya.

Selang dua jam kemudian, imbuh Rully, terjadi peningkatan aliran sungai Pebelan atau sabo dam Surodadi, penghubung antara Kecamatan Sawangan dan Muntilan. Dam surodadi sendiri berada di Kecamatan Sawangan. Peningkatan aliran sungai mencapai ketinggian 30 cm dan lebar 25 meter. Banjir membawa material erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu.

Sementara itu, warga Desa Surodadi yang berada disekitar bantaran sungai pabelan berhamburan keluar rumah karena selalu merasa khawatir jika banjir lahar terjadi cukup besar.

Mereka kemudian terus melakukan pemantauan peningkatan debit air dari pinggir sungai. “Masih trauma tahun 2010 lalu, banjir lahar juga terjadi di desa ini,” kata Harniyati, salah satu warga.

Ia menceritakan, banyak rumah tetangga yang diterjang banjir, demikian juga areal persawahan banyak yang hilang.

Rumah Harniyati sendiri berada sangat dekat dengan bibir sungai, sekitar 5 meter. “Saya dan keluarga langsung keluar rumah dan memantau keadaan,” katanya.

Meski sempat mengalami peningkatan, namun hingga pukul 17.30 sore tadi, debit airsungai mulai mengalami penurunan. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

59 − 54 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.