Setahun Buron, Sopir Truk Penabrak Ibu dan Anak Ditangkap di Kebumen

Kecelakaan di Simpang Hanoman

Selama pelariannya, tersangka sempat pulang ke rumah istri pertamanya di Depok.

SEMARANG – Setelah menjadi buron selama satu tahun, sopir truk kontainer yang kabur usai menabrak tiga sepeda motor di Simpang Hanoman pada Selasa (30/1/2018) lalu akhirnya tertangkap. Kecelakaan tersebut menyebabkan seorang ibu bernama Indrawati (53) dan anaknya Oky Yudi Satriyo (10) terpaksa diamputasi kakinya.

Sopir truk bernama Bambang Susanto yang kabur selama satu tahun digelandang ke Mapolrestabes Semarang. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Tersangka diketahui bernama Bambang Susanto (56) warga Depok Jawa Barat. Ia ditangkap saat memancing di dekat kosnya, daerah Ambal, Kabupaten Kebumen, Kamis (28/2/2019) kemarin. Penangkapan dilakukan oleh penyidik Satlantas Polrestabes Semarang yang dipimpin oleh Kanit Laka AKP Sugito.

“Kami sudah buru tersangka selama satu tahun. Tersangka ini sopir truk yang kabur setelah terlibat kecelakaan di Simpang Hanoman Januari 2018 lalu. Dalam kecelakaan itu ada dua orang yang terpaksa diamputasi kakinya, ibu dan anaknya,” kata Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi, Jumat (1/3/2019).

BACA JUGA: Diduga Rem Blong, Truk Hantam Tiga Sepeda Motor di Simpang Hanoman

Ardi menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan setelah penyidik Satlantas Polrestabes Semarang menerima informasi terkait keberadaan Bambang di daerah Kebumen. Selanjutnya pada Kamis kemarin sekitar pukul 12.30 petugas Satlantas Polrestabes Semarang langsung berkoordinasi dengan Polsek Ambal Polres Kebumen.

Sekitar pukul 15.00, polisi berhasil menangkap tersangka saat memancing. Tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Ambal. Polisi juga menghubungi istri tersangka. Sekitar pukul 20.00 tersangka dibawa ke Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka kami kenakan Pasal 310 ayat (3) UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal /5 tahun. Perkara ini juga kami split dengan Pasal 312 UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009 karena tidak melakukan pertolongan terhadap korban atau melarikan diri, ancamannya tiga tahun,” tegas Ardi.

Hasil pemeriksaan awal, tersangka kabur lantaran merasa ketakutan berurusan dengan hukum. Selama pelariannya, tersangka sempat pulang ke rumah istri pertamanya di Depok. Selanjutnya ia berpindah ke Ambal Kebumen dan tinggal bersama istri ketiganya di sebuah tempat kos.

Bambang mengaku selama dalam pelarian ia masih sempat menyopir bus dan truk. Sesekali ia juga bertani ke sawah.

“Kemarin kabur karena kalut, bingung, panik. Saya sendiri masih punya anak kecil. Ada niat menyerahkan diri tetapi nanti anak saya gimana,” ujarnya sambil menangis.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi di simpang Hanoman pada Selasa (30/1/2018) lalu. Truk kontainer B 9832 FXS yang dikemudian Bambang diduga rem blong dan menabrak tiga sepeda motor.

Dalam insiden itu, Indrawati (53) dan anaknya Oky Yudi Satriyo (10) terlindas dan terjepit di kolong truk selama 30 menit. Keduanya saat ini menderita cacat total, Indrawati diamputasi kaki kanannya dan Oky diamputasi kedua kakinya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.