Sering Dianiaya, Pemandu Karaoke Laporkan Pacarnya ke Polisi

Awalnya nyaman sering saling curhat. Hubungan semakin intim dan tinggal serumah. Belakangan baru diketahui ternyata pacarnya sering main pukul.

SEMARANG – Dwi Lestari (20), warga Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, merasa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh kekasihnya, Moh Qosim (33), warga Karanggeneng, Jagalan, Semarang Tengah. Dia mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh akibat penganiayaan yang dilakukan Qosim.

 

Bahkan sejak kenal pertama kali pada Desember 2018 lalu, ini merupakan penganiayaan yang ketiga kalinya. Tentu saja hal ini membuat Dwi jengkel. Ia lantas melaporkan Qosim ke Polsek Genuk, Polrestabes Semarang, Kamis (24/1/2019).

 

“Ya, mintanya aneh-aneh (hubungan intim), saya dipukuli dan digigit. Sampai saya lari keluar kamar nangis,” terang Dwi.

 

Kejadian yang paling kejam, menurut Dwi terjadi pada 19 Januari 2019 lalu. Ia mendapat perlakukan kasar hingga mengakibatkan luka di beberapa bagian tubuhnya seperti  luka lebam di mata, dada, lengan, pundak, perut, pinggang, dahi sebelah kiri robek dan kepala bagian belakang juga robek lantaran dibenturkan tembok.

 

“Dipukul pakai tangan, pakai helm, pakai handphone, digigit, dibenturkan ke tembok, diinjak sama dicekik,” kata Dwi.

 

Meski berkali ulang melakukan tindakan kekerasan, bujuk rayu Qosim kerap membuat Dwi kembali luluh. Bahkan keduanya sering tidur bersama hingga berkali-kali melakukan hubungan intim di tempat kos. Tetapi perilaku Qosim tidak berubah dan kembali melakukan penganiayaan.
Merasa tidak kuat mendapat perlakukan kasar tersebut, akhirnya Dwi melaporkan ke kepolisian.

 

“Awalnya, kenal sama dia pas dia datang ke tempat karaoke di daerah Gayamsari. Dia sering curhat sama saya. Kemudian ngajak jalan, main ke rumah saya. Dia juga bilang, katanya banyak kenal dengan perempuan-perempuan lain, tapi lebih nyaman dengan saya,” ujar Dewi.

 

Kedekatan hubungan keduanya hingga mereka tinggal bersama di rumah kos di daerah Sriwulan, Kecamatan Genuk sejak awal Januari 2019. Namun seiring berjalannya waktu, Dwi mulai melihat watak asli kekasihnya tersebut yang mulai berani main tangan.

 

Pengakuan Dwi, sosok Qosim dikenal dari awal sebagai pria yang mempunyai suara bagus. Hal tersebut dirasakan oleh Dwi saat mendampingi Qosim berkaraoke di tempat ia bekerja.
“Saya juga gak tahu, suaranya dia bagus. Pernah juga mau dinikahi. Tapi lama-lama sering marah-marah, kalau saya dapat telpon dari orang lain. Ya mungkin cemburu, tapi berlebihan. Harusnya dia kan tahu, posisi kerja saya,” katanya.

 

Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin mengaku telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Petugas kemudian berhasil menangkap pelaku di tempat kos tersebut. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Genuk.

 

“Pelaku melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan. Modusnya memukul dengan helm, handphone dan tangan kosong serta menggigit korban. Hal itu mengakibatkan korban mengalami luka lebam dan memar di beberapa bagian tubuhnya. Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka juga kedapatan melakukan kekerasan serupa terhadap perempuan lain pada 2018 lantaran cemburu,” ungkapnya.

 

Saat ini tersangka masih ditahan di ruang tahanan Mapolsek Genuk sembari menjalani pemeriksaan untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. Ia dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (fen)

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.