Serangan Jantung jadi Penyebab Terbanyak Kematian Jemaah Haji Jateng dan DIY

Embarkasi Donohudan berada di urutan teratas jumlah jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi

SOLO – Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Donohudan merilis terdapat 37 jemaah haji asal Jateng dan DI Yogyakarta yang meninggal dunia. Serangan jantung jadi penyebab terbanyak kematian jemaah yang beribadah di Tanah Suci.

Jemaah haji asal Embarkasi Donohudan tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo, Selasa (28/8/2018). Foto: metrojateng.com

“Memang jumlah kita (jemaah meninggal) terbanyak di antara embarkasi yang lain. Ini juga disebabkan karena jumlah embarkasi kita terbanyak yakni 95 kloter, dan kebanyakan jemaah yang meninggal akibat cardiovascular atau penyakit jantung,” ujar Humas PPIH Embarkasi Haji Donohudan, Afief Munzdir, Selasa (28/8/2018).

Afief menjelaskan, hingga data terakhir jumlah jemaah haji yang meninggal akibat serangan jantung sebanyak 20 jemaah. Di urutan kedua, disebabkan karena penyakit paru-paru (respiratory diseases) sebanyak 10 jemaah. Sisanya disebabkan oleh penyumbatan aliran oksigen (circulatory diseases), infectious and parasitic diseases, injury poisoning, dan masalah pencernaan (obstruksi ileus).

“Cardiovascular ini tidak bisa diprediksi, dan kebanyakan jemaah yang meninggal akibat penyakit jantung bukan merupakan jemaah yang tergolong risti (risiko tinggi),” jelasnya.

Secara keseluruhan total jemaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci ada 179 orang. Sebanyak 37 di antaranya berasal dari Embarkasi Haji Donohudan. Di urutan kedua, berasal dari Embarkasi Haji Juanda, Surabaya sebanyak 30 jemaah, dan Embarkasi Haji Jakarta sebanyak 28 jemaah.

Embarkasi Haji Donohudan sudah memulai melakukan pemulangan 34.024 jemaah haji secara bertahap, mulai 28 Agustus hingga 25 September. Setiap harinya terdapat empat penerbangan melalui Bandara Adi Soemarmo, Solo.(MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.