September, Nilai Tukar Petani Naik

Kenaikan NTP disumbang kenaikan sektor tanaman pangan, holtikultura dan perikanan.

SEMARANG- Nilai tukar petani (NTP) Jawa Tengah September 2018 naik 0,79 sebesar 103,31 dibanding NTP bulan Agustus sejumlah 102,50. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh naiknya NTP pada tiga subsektor yaitu, tanaman pangan, hortikultura dan perikanan.

Lahan pertanian padi di Cepiring, Kendal, yang rentan gagal panen jika terkena banjir (17/02). Foto: Metro Jateng/MJ-01

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, kenaikan itu berdasar pemantauan harga-harga perdesaan pada 29 kabupaten di Jawa Tengah selama September 2018.

Kenaikan NTP pada September disebabkan oleh perubahan indeks harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan dengan perubahan indeks harga yang dibayar petani.

“Hal itu didorong oleh kenaikan tiga subsektor yakni subsektor Tanaman Pangan naik 3,17 persen, subsektor Hortikultura naik 0,65 persen dan subsektor Perikanan naik 1,23 persen,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut dia, dua subsektor yang mengalami penurunan indeks yaitu subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun 0,22 persen dan subsektor Peternakan turun sebesar 1,57 persen.

Berdasarkan survei BPS pada September 2018, komoditas yang mengalami kenaikan harga. Antara lain gabah, jagung, ketela pohon/ubi kayu, belimbing, salak, jahe, kencur, lengkuas, gabus, kodok, tembang, rajungan, mas, mujair, belanak dan bandeng.

Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain komoditas tomat, terung panjang, ketimun, lada/merica. Kemudian, pala biji, sapi potong, sapi perah, kambing, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, ayam buras, telur ayam ras, telur ayam buras kerapu, rumput laut dan kerang.

Sentot menjelaskan, dari 33 provinsi di Indonesia, pada September 2018 kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Jambi sebesar 1,68 persen. Sebaliknya, penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bangka Belitung sebesar 1,18 persen.

Sementara itu, pada September 2018, Indeks Konsumsi Rumah Tangga Perdesaan di Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,62 persen, antara lain disebabkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran bahan makanan.

Kemudian, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Tengah September 2018 sebesar 108,93 atau naik 0,06 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya yang sebesar 108,86. (ang).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.