Sepi Pelanggan, Tabungan PSK Sunan Kuning Cuma Terkumpul Rp 220 Juta

SEMARANG – Gara-gara sepi pelanggan sejak setahun terakhir, pendapatan para pekerja seks komersial (PSK) di Resos Argorejo alias Sunan Kuning merosot drastis. Akibatnya, tabungan yang terkumpul dari 486 PSK pun mengalami penurunan signifikan.

Penyuluhan PSK Sunan Kuning, beberapa waktu lalu. Foto: fariz fardianto

“Kami sudah membagikan tabungan milik anak asuh. Total tabungannya ada Rp 220 juta. Itu miliknya 486 anak asuh. Jumlahnya turun drastis ketimbang kondisi tahun lalu,” ungkap Suwandi Eko Putranto, Ketua Resos Argorejo, Minggu (6/5).

Menurutnya setiap pekerja seks rutin menyisihkan penghasilannya untuk ditabung di rekening yang disediakan oleh pihaknya.

Uang yang ditabung bervariasi. Mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Namun, untuk tahun ini rata-rata wisma kondisinya sangat sepi pelanggan. Pelanggan, kata Suwandi kebanyakan pada takut karena mendengar kabar Sunan Kuning akan ditutup akhir tahun nanti.

“Penurunan jumlah tamunya sampai 40-50 persen. Tiap gang ada 30 room tapi yang isi cuma separuhnya. Malah pernah blong-blongan tujuh hari berturut turut,” terangnya.

Alhasil, jumlah tabungan paling banyak diambil oleh Vivi, seorang PSK asal Tuban Jawa Timur yang telah bekerja belasan tahun di Sunan Kuning.

Vivi merupakan PSK yang bekerja di Wisma Barbie. Menjelang bulan puasa tahun ini, Vivi mengambil tabungannya sebesar Rp 50 juta.

“Dulunya sempat ambil tabungan banyak sekali buat beli mobil dan barang mewah lainnya. Sempat pulang Tuban dan bertaubat. Tapi karena dikerjain sama suaminya sampai bercerai, Vivi lantas balik lagi kemari. Nah jelang puasa dia ambil tabungan Rp 50 juta buat mudik,” tuturnya.

Lantaran sepi pelanggan, ia pun kerap mendapati ada beberapa PSK yang jarang terlihat menabung. Dalam setahun, jumlahnya bisa dihitung dalam jumlah sedikit.

Ia berharap pemkot menunda penutupan Sunan Kuning agar bisa memberikan kepastian bagi penghuninya.

Kalau terpaksa ditutup, ia meminta pemkot menyediakan uang usaha dan memberi pesangon ditambah uang transport sebagai kompensasi bagi tiap PSK.

“Apalagi kita sudah puluhan tahun membina mereka. Jangan sampai manusianya terlantar. Harusnya dibekali pesangon yang cukup buat membuka usaha di kampung halaman masing-masing,” ujarnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 17 = 22

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.