Senyawa Berbahaya Mengintai Pengonsumsi Air Rebusan Pembalut

Efek bahaya konsumsi bisa menurunkan sistem imunitas tubuh hingga memicu kanker.

SEMARANG- Guru Besar Ilmu Kimia Univerditas Diponegoro, Prof Heru Susanto, mengungkap adanya senyawa berbahaya terkandung dalam pembalut yang bila disalahgunakan.

Barang bukti dari pabrik mie berformalin yang berhasil disita BPOM Semarang (18/02). Foto: Metro Jateng/MJ-14

Heru mengatakan, banyak pembalut wanita yang mengandung senyawa dioksin. Menurutnya dioksin sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Efek bahaya konsumsi bisa menurunkan sistem imunitas tubuh hingga memicu kanker.

“Memang tidak semua pembalut mengandung dioksin. Tapi biasanya selain dioksin, dalam polimer itu juga ada formalin. Jelas zat-zat seperti itu kalau dikonsumsi sangat berbahaya bagi tubuh,” katanya, Rabu (8/11/2018).

Baru-baru ini petugas BNNP Jawa Tengah menemukan sejumlah remaja kecanduan meminum air rebusan pembalut untuk mencari efek ‘fly’ obat terlarang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa yang dimaksud unsur polimer adalah kandungan kimia yang kerap dijadikan sebagai bahan baku pembuatan plastik dan karet.

Fenomena konsumsi air rebusan pembalut membuatnya sangat miris, terlebih pembalut yang rebus diambil dari sampah. Dampaknya, kata dia, berpotensi tercampur dengan spora.

Ia menduga kebiasaan remaja mengonsumsi air rebusan pembalut dipicu faktor ekonomi. Mereka berusaha mencari benda-benda yang mengandung senyawa dioksin maupun formaldehida, yang biasa terdapat dalam lem kayu, agar mencapai kondisi memabukan.

“Orang-orang yang biasa ‘fly’, akan mencoba mencari material yang mengandung unsur seperti dioksin dan formaldehida. Mungkin karena untuk mendapat senyawa seperti itu secara langsung mereka kesulitan,” paparnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.