Semua Karyawan dari Masa Kerja Minimal Satu Bulan Berhak THR 

image
Ilustrasi

BOYOLALI – Seluruh perusahaan diwajibkan memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada seluruh karyawannya. Termasuk yang masa kerjanya baru satu bulan. Perusahaan yang telat membagikan THR pun akan dikenakan sanksi. 

Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Boyolali, Joko Santoso, mengatakan THR harus dibayarkan kepada seluruh karyawan paling lambat H-7 Lebaran. Pihaknya sudah mengedarkan surat pemberitahuan berkait kebijakan THR kepada perusahaan yang ada di Boyolali. 

Perusahaan juga diminta mematuhi kebijakan pemerintah. Disebutkan, dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, pengusaha wajib memberikan THR kepada semua karyawannya dan tak memandang status karyawan. Baik karyawan tetap, kontrak, magang, hingga pekerja dengan waktu tak tentu.

Karyawan  yang berstatus kontrak ataupun on the job trainning (OTJ) dan pekerja dengan perjanjian lepas seperti para pekerja konstruksi bangunan. Perhitungan THR berdasarkan rata–rata upah yang diterima selama 12 bulan. 

“Pemberian THR bagi semua karyawannya ini hukumnya wajib. Diserahkan jelang hari raya keagamaan masing-masing karyawan, tetapi biasanya pada serahkan pada hari raya Lebaran sepanjang dituangkan dalam peraturan perusahaan,” kata Joko Santoso Rabu (8/6).

Untuk perhitungan besaran THR, jelas dia, karyawan dengan masa kerja minimal 12 bulan, mendapatkan satu kali nilai upah per bulan. Sedang karyawan dengan masa kerja minimal satu bulan hingga kurang dari satu tahun, THR diberikan secara proporsional sesuai masa kerja. Hitungannya, masa kerja dikalikan satu bulan upah dan dibagi 12. 

THR wajib diberikan paling lambat H-7 Lebaran. Sehingga para karyawan bisa membelanjakan uang THR untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Jika pembayaran THR terlambat maka akan dikenai denda sebesar lima persen dari satu kali nilai upah. Artinya, perusahaan wajib memberikan THR sebesar satu kali upah ditambah denda lima persen. “Selain denda, juga akan ada sanksi administratif,” imbuh dia. 

Agar aturan ini dilaksanakan, Dinsosnakertrans Boyolali membuka pintu bagi perusahaan yang ini konsultasi. Selain itu Pihaknya juga akan turun langsung ke perusahaan-perusahaan untuk memantau dan memastikan semua karyawan memperoleh THR. (MJ-07) 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

12 + = 17

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.