Sejak Viral 2 Tahun Lalu, Masjid Kapal Hingga Kini Ramai Wisatawan

Masjid ini beserta bangunan lainnya diperbolehkan untuk digunakan warga secara gratis seperti untuk pertemuan, hajatan dan resepsi pernikahan.

SEMARANG – Masjid Kapal atau Masjid “Bahtera Nuh” di Jalan Kyai Padak, RT 5 RW 5, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang sempat viral di sosial media dua tahun lalu. Di bulan Ramadan tahun ini, masjid tersebut masih ramai dikunjungi orang-orang untuk menunggu waktu berbuka puasa atau untuk menjalankan ibadah di sana.

Masjid Kapal, Jalan Kyai Padak, RT 5 RW 5, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Banyak di antara pengunjung yang mengabadikan masjid yang memiliki luas 2.500 meter persegi ini dengan kameranya. Bahkan, mereka tidak keberatan meskipun di lokasi tersebut ditetapkan harga tiket masuk dan parkir untuk memasuki kawasan Masjid Kapal ini.

Di kawasan pintu masuk, tertulis Rp 3.000, untuk tiket masuk dan Rp 2.000, untuk tiket parkir roda dua. Masjid Kapal ini seolah menjadi destinasi wisata religi. Beberapa fasilitas tambahan, seperti kantin juga saat ini mulai digarap serius.

Penjaga Masjid Kapal Safinatul Najah, Rokhimin menjelaskan, bangunan masjid kapal memiliki tiga lantai. Lantai pertama untuk ruang pertemuan, lantai dua untuk masjid dan lantai tiga direncanakan untuk sebuah sekolah kejuruan dan balai kerja.

“Bangunan ini sebenarnya bukan masjid saja tapi multiguna. Malah paling banyak kegiatannya justru kegiatan sosial di lantai satu,” tuturnya.

Aktivitas sosial, seperti pengobatan gratis menjadi agenda rutin setiap pekan. Di masjid ini tidak ada penyelenggaran salat tarawih, tadarus, atau kegiatan Ramadan layaknya masjid lainnya lantaran lokasinya yang terletak agak jauh dari perkampungan ada di tengah hutan dan persawahan. Di perkampungan juga sudah terdapat masjid besar sebagai pusat kegiatan ibadah Ramadan.

Rokhimin menceritakan, bangunan tersebut milik seorang bernama Kyai Achmad yang berkeinginan membuat masjid tidak sebatas tempat ibadah saja, namun bisa berfungsi layaknya bahtera Nuh yang memiliki banyak kegunaan lainnya.

“Masjid ini beserta bangunan lainnya diperbolehkan untuk digunakan warga secara gratis untuk pertemuan, hajatan dan resepsi pernikahan,” imbuhnya. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.