Sempat Melempem, E-Tilang CCTV Bakal Digenjot Lagi

Dulu pernah heboh, pelanggar lalu lintas yang terekam CCTV terancam diciduk petugas, lalu ditilang. Tapi rupanya itu hanya garang di awal. Selanjutnya melempem dan terkesan tanpa tindak lanjut. 

 

lalu lintas lebaran
Wali Kota Hendi didampingi pejabat dinas terkait memantau kondisi lalu lintas melalui Situation Room di Balai Kota Semarang, Kamis (7/6). (foto: metrojateng/Masrukhin Abduh)
SEMARANGAkhir 2017 silam, gaung penerapan E-Tilang Closed Circuit Television (CCTV) di Kota Semarang sempat ramai dan memancing berbagai respons. 

 

Di awal, sempat ramai viral video pengendara lalu lintas tertangkap basah oleh kamera CCTV. Sebagian warga juga sempat khawatir, kalau tiba-tiba disambangi polisi akibat pelanggaran lalu-lintas terekam CCTV.

 

Namun tak berlangsung lama, penerapan sistem E-Tilang dengan barang bukti rekaman CCTV ini meredup. Hingga kini, para pengendara rata-rata tidak lagi takut atas sorotan CCTV. Bahkan tidak sedikit warga telah lupa apakah kebijakan E-Tilang CCTV ini masih diberlakukan atau tidak.

 

Kali ini, Pemkot Semarang dan Polrestabes Semarang akan kembali menggenjot penerapan E-Tilang CCTV tersebut. Mulai Agustus mendatang akan memasang ratusan CCTV di tempat-tempat rawan pelanggaran lalu lintas seperti traffic light maupun tempat lain.

 

Tujuan pemasangan CCTV tersebut adalah untuk menangkap secara detail visual para pelanggar lalu lintas. Untuk selanjutnya pelanggar akan dilakukan penilangan secara elektronik dan dikirim surat ke rumah alamat sesuai nomer polisi (nopol).

 

Bahkan CCTV tersebut dapat menangkap gambar wajah dan nopol secara jelas. Jika tidak ingin ditilang, maka pengguna kendaraan sebaiknya menaati aturan saat berlalu lintas di jalan raya.

 

Berhentilah di belakang garis lampu traffic light. Kemudian berhati-hati dengan kecepatan ketika lampu traffic light sudah menyala warna kuning.

 

‘’Karena sensor CCTV akan menangkap gambar pengendara saat lampu kuning menyala. Mungkin juga (perlu hati-hati dengan kecepatan, red) di beberapa wilayah atau tempat lain,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Mukhammad Khadik, Senin (14/1/2019).
Dikatakan Mukhammad Khadik, Kota Semarang akan menggandeng kerja sama Satlantas Polrestabes Semarang, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri dan instansi lain. Pihaknya mengajak masyarakat bersama -sama tertib lalu lintas di jalan, dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan nomer satu. (duh)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.