Sempat Langka, Pertamina Tambah 57.120 Gas Melon di Tegal

Memasuki H-9 Idul Adha tahun 2019, tingkat permintaan gas mengalami lonjakan hingga tiga persen.

TEGAL – Kelangkaan gas berukuran 3 kilogram di Kota dan Kabupaten Tegal sempat membuat masyarakat khawatir. Pasalnya, hampir dua pekan masyarakat disulitkan memperoleh gas melon untuk kebutuhan sehari-hari. Menanggapi permasalahan ini, Pertamina bertindak cepat dengan menambahkan pasokan.

PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV melakukan pengecekan ketersediaan gas melon di agen resmi. Foto : metrojateng.com/ adithya

“Selama periode 7-30 Agustus, kami lakukan penambahan fakultatif sebanyak 57.120 tabung gas. Penambahan ini untuk mengatasi kelangkaan gas di Kota dan Kabupaten Tegal,” ungkap Unit Manager Communication & CSR MOR IV, Andar Titi Lestari, Jumat (2/8/2019).

Dijelaskan Andar, memasuki H-9 Idul Adha tahun 2019, tingkat permintaan gas mengalami lonjakan hingga tiga persen. Hal ini disebabkan dengan banyaknya kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan hingga acara pelepasan haji.

Antisipasi Pertamina untuk menambah pasokan, sambung Andar, sudah dipersiapkan sejak pertengahan Juli kemarin. Dimana konsumsi gas hingga H-9 Lebaran meningkat dari rata-rata harian normal 51.200 tabung, naik 3,5 persen menjadi 62.990 tabung.

“Kami memprediksi puncak permintaan gas terjadi pada H+1 dan H+2, sehingga kami menyiapkan tambahan fakultatif (di luar kuota regular) sebanyak 2.800 tabung di kedua tanggal tersebut,” bebernya.

Perlu diinformasikan, kebijakan penerapan distribusi gas berukuran 3 kilogram berbeda dengan non-PSO. Dimana Pertamina mengikuti Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. Telah diatur pada pasal 18-20 tentang pendistribusian LPG dan pengguna LPG tertentu dalam hal ini adalah LPG 3 kilogram atau gas melon.

Untuk memperoleh gas melon, Andar mengimbau agar masyarakat membeli di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai harga eceran tertinggi (HET). Adapun untuk pasokan dan harga gas di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina, mengingat pengecer bukan lembaga penyalur resmi.

“Kami berkomitmen penuh untuk mendistribusikan sesuai dengan kuota yang ditetapkan Pemerintah. Kuota ini kami jaga dengan berkoordinasi melibatkan Pemmda serta Kepolisian terhadap pendistribusian. Apabila didapati ada penimbunan maupun pengoplosan, maka Kepolisian tidak akan segan untuk menindak,” tegasnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.