Sempat Bermasalah Soal LPj, Mekanisme Anggaran MXGP 2019 Dialihkan ke Dispora

DPRD Kota Semarang memperingatkan agar penyelenggaraan Grand Prix Motocross MXGP 2019 harus transparan.

SEMARANG – Setelah sempat terjadi pro dan kontra khususnya di kalangan anggota dewan, Kota Semarang akhirnya dipastikan siap menyelenggarakan Kejuaraan Internasional Grand Prix Motocross MXGP seri ke-12 pada 14 Juli 2019 mendatang di Sirkuit BSB Mijen. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 23 miliar.

MXGP 2018 di Sirkuit Mijen Semarang. IMI Jateng menolak kegiatan serupa digelar di tahun 2019. Foto: metrojateng.com

Kepastian tersebut diperoleh setelah melalui rapat paripurna di gedung DPRD Kota Semarang yang membahas permohonan persetujuan nota kesepemahaman (memorandum of understanding/ MoU) Penyelenggaraan Kejuaraan Internasional Motocross MXGP 2019 belum lama ini.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengharapkan, agar  MXGP 2019 dilakukan secara transparan, mulai dari pembahasan, keputusan sampai pelaksanaannya. Sehingga permasalahan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) anggaran yang terjadi pada MXGP tahun 2018 lalu tidak lagi terulang.

‘’Mekanisme dana kegiatan yang sudah berubah, dari semula hibah menjadi kegiatan Dispora Kota Semarang, akan memudahkan pengawasan kegiatan. Pertanggungjawaban kegiatannya akan lebih jelas, karena yang menyelenggarakan adalah Dispora. Jadi jangan terulang lagi kejadian tahun lalu,’’ imbaunya, Mingggu (16/6/2019).

Dengan mekanisme baru tersebut, Supriyadi juga mengharapkan agar Pemerintah Kota Semarang dapat memperoleh keuntungan melalui tiketing ataupun sponsor.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Internasional Grand Prix Motocross MXGP seri ke-12 mencapai Rp 23 miliar, termasuk untuk lisensi kegiatan.

‘’Penyelenggaraan di serahkan kepada Dispora bekerja sama dengan pihak swasta. Karena itu, proses pengajuan anggarannya perlu persetujuan anggota dewan, karena  kegiatannya melibatkan pihak swasta  sebagai pemegang lisensi,’’ ungkapnya.

Meski biayanya mencapai puluhan miliar, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita menegaskan pelaksanaan tahun ini dananya tidak sebesar penyelenggaraan MXGP pada 2018 lalu. Untuk tahun lalu dana yang dibutuhkan sangat besar karena harus membangun sirkuit.

Sementara dalam website resmi MXGP.com, Kota Semarang  tercantum sebagai penyelenggara event seri ke 12 dengan menggunakan trek sirkuit motocross di Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen Semarang. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.