Seminggu Tak Keluar Rumah, Pria Ini Membusuk di Kamar

Dari penuturan tetangga, korban pernah mengeluh sakit sehingga jarang berjualan.

KENDALWarga perumahan Griya Jati Indah Desa Rejosari Brangsong Kendal geger setelah salah seorang warganya ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di dalam rumah kontrakannya, Senin (22/4/2019) sore. Korban yang diketahui bernama Budi (60) warga Kota Semarang ini sudah seminggu terakhir tidak terlihat keluar rumah.

Evakuasi jasad di Perumahan Griya Jati Indah Brangsong Kendal, Senin (22/4/2019). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Tetangga korban Ika Firman mengatakan sudah satu minggu korban yang mengaku berjualan di Pasar Johar semarang ini tidak kelihatan. Dirinya mencium bau busuk dari belakang rumahnya dan mengira bangkai tikus.

Saat mencoba mencari asal bau tidak sedap tersebut, Ika Firman terkejut karena menemukan korban sudah tergeletak dan kondisinya membusuk.

“Biasanya pagi-pagi keluar untuk berjualan, kumpulan juga sering datang, namun beberapa hari terakhir kok tidak nampak, dan tericum bau busuk dari rumahnya,” katanya.

Penemuan jasad korban yang membusuk di kamar belakang ini kemudian membuat warga geger dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Brangsong.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, jasad korban yang sudah membusuk diperkirakan meninggal satu minggu yang lalu.

Ketua RT setempat Sugiyono mengatakan korban sudah hampir satu tahun mengontrak rumah di perumahan ini. Identitasnya juga belum jelas karena korban tidak pernah menunjukan kartu tanda penduduk dan warga kerap memanggilnya Budi.

“Dirinya di sini mengontrak, namun masa kontraknya habis bulan ini, sempat minta perpajangan juga,” katanya.

Selama tinggal diperumahan itu budi dikenal aktif dalam kegiatan warga, namun dirinya tidak pernah memberikan indentitas pribadi dirinya kepada RT setempat.

“Dirinya jika ditanya kartu indentitas untuk pendataan selalu bilang kartunya lupa ditaruh dimana, dari penuturannya dia asli Semarang, pindah jualan ke Kendal karena Pasar Johar terbakar,” imbuh Sugiyono.

Polisi melakukan identifikasi korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dari penuturan tetangga, korban pernah mengeluh sakit sehingga jarang berjualan. Usai diidentifikasi jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Soewondo Kendal untuk divisum. (MJ-01)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.