Semester I 2018, Kebakaran Paling Banyak Akibat Gesekan Rumput dan Ilalang

Jumlahnya 34 kali.

SEMARANG- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang menyebut kebakaran di Kota Semarang mayoritas disebabkan gesekan rerumputan dan sampah saat cuaca terik di siang hari.

Kebakaran Pedurungan
Kebakaran di Pedurungan Semarang, Senin, 6 Agustus 2018). Foto: metrojateng.com/efendi

Kepala Bidang Operasional, Dinas Kebakaran Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengungkapkan kejadian kebakaran meningkat signifikan sejak Mei sampai akhir Juli, seiring dengan datangnya musim kemarau.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat kota semarang untuk tetap waspada terhadap bahaya kebakaran. Warga harus ekstra hati-hati untuk tidak membakar sampah, ilalang dan terpenting mohon untuk tidak buang puntung rokok sembarangan,” kata Trijoto kepada metrojateng.com, Senin, 6 Agustus 2018.

Sepanjang Januari 2018, terdapat 11 kejadian kebakaran. Lalu jadi 58 kejadian kebakaran sampai Juli 2018. Menurut dia, kebakaran paling banyak pada semester I 2018 terjadi pada rumput kering, ilalang dan sampah.

“Jumlah kebakaran di lahan kosong seperti rumput kering, ilanglang dan sampah itu sampai 34 kali,” ungkapnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.