Semen Indonesia Perkuat Pasar Ekspor

Semen Indonesia terus mengoptimalkan pasar regional di tengah ketatnya persaingan pasar semen domestik.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono. Foto : metrojateng.com/anggun puspita.

SEMARANG – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengoptimalkan seluruh fasilitas mulai produksi sampai distribusi saat kondisi oversupply seperti sekarang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkuat ekspor atau pengiriman produk ke kawasan regional.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan, saat ini industri semen nasional masih oversupply, karena ada dua pabrik baru di Sulawesi Utara dan Jawa. Selain itu, kondisi industri ini juga makin kompetitif.

“Maka kami terus mengoptimalkan pasar regional di tengah ketatnya persaingan pasar semen domestik,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (5/12/2019).

Pada periode Januari hingga Oktober 2019, Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan ekspor sebesar 3,38 juta ton dari fasilitas produksinya di Indonesia. Nilai tersebut naik 13,4 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kenaikan ini ditunjang oleh langkah strategis perusahaan untuk memperkuat fasilitas pengiriman ke pasar ekspor. Dari pabrik kami di Tuban dan berpotensi untuk mengirim ke kawasan Asia Selatan seperti India, Bangladesh, Srilangka, dan Maladewa,” katanya.

Kontrak jangka panjang dan pasar di sana, lanjut Sigit, dinilai cukup bagus. Disamping itu, perseroan juga akan memperkuat pasar Asia Tenggara di Filipina dan Timor Leste. Kemudian, dari pabrik di Tuban dan Padang juga akan mengirim ke Ocenia juga Australia.

Upaya itu agresif dilakukan setelah sebelumnya, perseroan berhasil memperluas jaringan ekspor di kawasan Asia Timur, salah satunya Tiongkok yang sedang mengalami kekurangan produksi semen.

Untuk itu, kata Sigit, perseroan telah mengoptimalkan seluruh fasilitas distribusi baik utilisasi maupun kapasitasnya untuk mendukung pengiriman produk ke kawasan regional. Selain itu, perseroan juga aktif mengikuti berbagai forum pameran dan misi dagang untuk memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan dan menjajaki pasar baru di kawasan regional.

Sementara itu, berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen di Indonesia hingga Oktober 2019 masih mengalami pelemahan sebesar 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Total penjualan semen domestik sampai dengan Oktober 2019 tercatat sebesar 56,10 juta ton atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 56,97 juta ton.

Seiring dengan pelemahan pasar semen domestik, volume penjualan domestik Perseroan diluar SBI hingga Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 4,1 persen menjadi 21,54 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar 22,46 juta ton. Sedangkan penjualan domestik SBI juga mengalami penurunan sebesar 2,2 persen menjadi 8,47 juta ton. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.